GIRIMU.COM — Ramadan selalu datang membawa harapan baru bagi umat, juga bagi lembaga yang mengelola amanah kebaikan. Bagi Lazismu Kabupaten Gresik, bulan suci ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk terus bertumbuh dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZISKA.
Sejak awal, langkah telah disusun. Dalam roadmap tahun 2026, Lazismu Gresik menargetkan penghimpunan Ramadan mencapai Rp7,5 miliar. Angka yang tidak kecil, namun di baliknya tersimpan optimisme dan kepercayaan dari masyarakat yang terus mengalir.
Untuk mewujudkan target tersebut, berbagai program dihadirkan, menyentuh beragam lapisan penerima manfaat. Ada Ifthar 101 Masjid, yang menghadirkan kebersamaan berbuka melalui paket takjil berupa air mineral dan kurma di masjid-masjid. Ada pula Kado Anak Asuh, yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ratusan anak binaan menjelang Hari Raya. Tak hanya itu, Lazismu juga menginisiasi Paket Buka Puasa bagi masyarakat yang membutuhkan, serta program jangka panjang seperti Infak Bangun Sekolah dan Infak Bangun Masjid, ikhtiar menghadirkan ruang belajar dan ibadah yang lebih layak, terutama di wilayah pelosok.
Di sisi lain, semangat berbagi meluas melalui Kado Ramadan yang menyasar para dai, guru, yatim, dhuafa, hingga para penyandang difabel. Bahkan, kepedulian melampaui batas negeri melalui Donasi Palestina, sebagai upaya mendukung pembangunan 101 masjid bagi saudara-saudara di sana. Program Infak Al-Quran pun turut mengalirkan mushaf ke masjid, musala, dan TPQ sebagai sumber cahaya ilmu.
Memasuki penghujung Ramadan, tepatnya 19 Maret 2026, capaian penghimpunan dana ZISKA tercatat sebesar Rp 4.762.041.638. Dengan rincian, Zakat sebesar Rp 2.096.908.904, Infak sebesar Rp 2.603.652.042, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya sebesar Rp 61.480.692. Angka ini menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat yang terus menguat kepada Lazismu.
Seiring dengan penghimpunan tersebut, penyaluran program juga terus digencarkan. Sebanyak 4.614 paket Kado Ramadan telah tersebar di seluruh Kantor Layanan. Program Kado Cinta menyentuh 115 anak asuh. Sementara itu, kebersamaan berbuka hadir melalui 63 paket ifthar di 39 masjid, serta 824 paket buka puasa untuk masyarakat. Tak kalah penting, 214 mushaf Al-Quran telah disalurkan ke lima Pondok Pesantren Muhammadiyah di Gresik.
Secara keseluruhan, sebanyak 5.830 paket telah didistribusikan dengan total penerima manfaat mencapai 5.806 orang. Mereka berasal dari berbagai golongan asnaf: 161 fakir, 2.850 miskin, dan 2.795 fisabilillah—angka-angka yang bukan sekadar data, tetapi representasi dari senyum dan harapan yang kembali tumbuh.
Di balik capaian tersebut, terselip refleksi. Branch Manager Lazismu Gresik, Minal Abidin, SPd, MHES, menyampaikan, proyeksi yang ditetapkan belum sepenuhnya sesuai harapan. Namun, baginya, angka yang terhimpun hari ini adalah wujud nyata kepercayaan masyarakat.
“Ini bagian dari kepercayaan yang harus terus kita jaga. Mudah-mudahan ke depan, khususnya tahun depan, nilai zakat bisa terus bertambah,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Ia juga menyoroti adanya pertumbuhan pada zakat maal serta zakat dari Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang menunjukkan tren positif. Ramadan telah berakhir, namun ikhtiar kebaikan tidak berhenti. Bagi Lazismu Gresik, setiap rupiah yang dititipkan bukan hanya angka, melainkan amanah yang akan terus diupayakan menjadi kebermanfaatan yang lebih luas. (*)







