GIRIMU.COM – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa asal luar negeri untuk menempuh pendidikan di kampus ini. Kesempatan ini terutama diberikan kepada mahasiswa asal kawasan Timur Tengah dan Afrika yang banyak didera konflik atau perang saudara, sehingga membuat para kawula mudanya mendambakan suasana yang tenang dan nyaman untuk belajar.
“Di negara asalnya, umumnya terjadi konflik sesama warga negara atau perang saudara, sehingga para kawula muda yang masih ingin menempuh pendidikan tinggi, memilih Indonesia sebagai tempat belajar, termasuk di UMG ini. Untuk itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Rektor UMG, Prof Dr Khoirul Anwar, SPd, MPd, saat ditemui di kampus I UMG, Senin (9/3/2026).
Didampingi Dr Moh. Agung Surianto, SE, MSM, CSRS, Direktur Humas, Protokol, dan Kerja Sama Nasional UMG, Prof Khoirul mengatakan, kampus yang dipimpinnya menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa asing sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, sebanyak 19 mahasiswa asing kini menempuh pendidikan tinggi di UMG. Mereka di antaranya berasal dari, Yaman, Pakistan, Sudan, Nigeria, Komoro, juga Thailand.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada adik-adik di Palestina untuk belajar di kampus ini dengan skema beasiswa. Ini bagian dari aspek kemanusiaan yang kami kembangkan,” tambah Prof Khoirul.
Abdul Rahman, mahasiswa UMG asal Nigeria, mengaku merasa nyaman belajar di kampus ini. Mahasiswa S1 yang baru semester II di Fakultas Ekonomi ini, bahkan berkeinginan melanjutkan studi magister hingga doktoralnya di Indonesia, sebelum akhirnya mengabdikan keilmuannya di negeri asalnya.
“Di negeri kami, Indonesia itu sangat terkenal, very good. Apalagi kalau musim haji banyak kita temui jamaah asal Indonesia. Saya suka belajar di kampus ini karena silaturahmi dan persaudaraan yang ditunjukkan warga di sini sangat bagus. Ini saya lihat kalau ketemu, baik di masjid atau di tempat lain,” ujar pemuda penggemar olah raga basket ini.
Dikatakan, selain di UMG, sejumlah mahasiswa asal Nigeria juga banyak tersebar di beberapa kampus, seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan beberapa kampus di Malang Surabaya, juga di Surakarta, dan Yogyakarta.
Rasa nyaman belajar di UMG juga disampaikan Azzam Hesham, mahasiswa UMG asal Yaman. Dikatakan, rasa tenang dan nyaman itu kian ia rasakan saat tinggal di Gresik, apalagi di kawasan Timur Tengah kini dilanda perang antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.
“Keluarga saya banyak di Saudi Arabia dan Yaman. Meski hingga saat ini keluarga saya masih aman-aman saja, tapi jadi kurang tenang ketika ada perang. Kalau di sini (kampus UMG, Red) lebih tenang dan nyaman. Kultur masyarakatnya bagus,” tandas Azzam yang juga mahasiswa semester II Teknik Industri ini dalam Bahasa Inggris, yang dikuatkan oleh Hozifa Ismail Ali Adam, mahasiswa Fakultas Ekonomi UMG asal Sudan.
Sementara Agung menambahkan, banyaknya mahasiswa asal luar negeri ini menguatkan stigma, bahwa UMG tidak saja menjadi kampus pilihan bagi mahasiswa dalam negeri dari berbagai daerah. Lebih dari itu, UMG mendapat kepercayaan dari warga dunia.
“Kami terus kembangkan dan membuka ruang bagi adik-adik calon mahasiswa di luar negeri untuk belajar di kampus ini,” pungkas Agung seraya menambahkan, bahwa jumlah mahasiswa asing di UMG terus meningkat dari tahun ke tahun. (*)
