GIRIMU.COM — Inovasi edukatif kembali dihadirkan oleh KB–TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 49 Griya Kencana, Driyorejo, Gresik melalui peluncuran seri buku tabungan perdana yang mengangkat kearifan lokal, Selasa (10/2/2026). Program ini menjadi langkah kreatif dalam menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini, sekaligus mengenalkan budaya khas Gresik kepada para peserta didik.
Seri buku tabungan tersebut dirancang dengan tampilan menarik yang menonjolkan berbagai ikon budaya Gresik, seperti kuliner tradisional, seni batik, hingga simbol-simbol kearifan lokal yang sarat makna. Dengan konsep ini, anak-anak tidak hanya belajar mengelola keuangan sederhana, tetapi juga diajak lebih dekat dengan identitas daerahnya.
Berukuran 14 cm x 9 cm dengan warna dasar hijau bergradasi biru, tampilan buku tabungan terlihat lebih segar. Bentuk lansdscape atau model melebar ke samping, dipilih untuk memudahkan menambahkan ornament batik khas Gresik. Makanan khas Gresik, yaitu pudak dan ikan bandeng hadir dalam motif batik yang dibarengi dengan hiasan ranting dan daun hijau yang melambangkan kesuburan tanah di wilayah Gresik.
Dua siswa TK Aisyiyah divisualisasikan dalam bentuk kartun yang nampak berada di balik kain batik. Ilustrasi ini mengandung filosofi kecintaan siswa TK Aisyiyah terhadap batik sebagai warisan budaya kota Gresik. Warna biru bergelombang di bagian belakang menunjukkan, bahwa wilayah Gresik merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berada di pesisir Utara Pulau Jawa.
Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Driyorejo Gresik, Nur Chasanah, AMd menyampaikan, program ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, termasuk sikap disiplin dan tanggung jawab melalui kebiasaan menabung.
“Sangat mengapresiasi dengan karya buku kecil ini. Melalui buku tabungan ini, kami ingin menanamkan pemahaman, bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa manfaat besar di masa depan. Sekaligus, anak-anak dapat mengenal budaya Gresik dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Peluncuran buku tabungan ini mendapat sambutan positif dari para orang tua. Mereka menilai, program ini membantu anak belajar menghargai proses, serta memahami pentingnya perencanaan sejak dini. Selain itu, pendekatan berbasis budaya dinilai mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah asal.
Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Mojosarirejo, Driyorejo, Yeri Gunarti, turut mengapresiasi langkah inovatif ini. Ia menegaskan, bahwa integrasi nilai budaya dalam kegiatan pendidikan merupakan strategi efektif untuk membangun generasi yang tidak tercerabut dari akar tradisinya, namun tetap siap menghadapi perkembangan zaman.
Program tabungan sekolah sendiri akan dikelola secara terstruktur oleh pihak sekolah, sehingga anak-anak dapat belajar menabung secara rutin. Momentum ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membangun kebiasaan positif bagi anak. Ke depan, KB–TK ABA 49 Griya Kencana berkomitmen untuk terus menghadirkan terobosan pembelajaran yang inspiratif dan relevan.
Peluncuran seri buku tabungan berbasis kearifan lokal ini menjadi bukti, bahwa pendidikan dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian budaya. Dengan semangat inovasi dan kecintaan terhadap budaya daerah, sekolah berharap langkah kecil ini mampu membentuk generasi yang cerdas secara finansial, berkarakter kuat, serta bangga akan warisan lokalnya. (*)
Kontributor: Elisyah Susanty
