girimu.com – Setelah menjalankan misi dakwah selama 20 hari di Pulau Bawean sejak awal Ramadan, para mubaligh muda yang tergabung dalam Program Sebar Dai Ramadan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik dijadwalkan kembali ke Gresik.
Program Sebar Dai Ramadan tahun ini digelar melalui kerja sama antara Majelis Tabligh PDM Gresik dengan Madrasah Mu’allimin Yogyakarta. Awalnya program tersebut direncanakan mengirim sembilan santri ke Bawean. Namun karena keterbatasan, hanya empat santri yang akhirnya dapat diberangkatkan.
Keempat dai muda tersebut ditempatkan di wilayah Cabang Muhammadiyah Tambak, Pulau Bawean. Penempatan ini dipilih karena kebutuhan dai di wilayah tersebut dinilai cukup mendesak.
Sementara itu, wilayah Sangkapura juga tetap mendapatkan dukungan dai selama Ramadan. Para mubaligh di daerah tersebut berasal dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selama menjalankan tugas dakwah di Bawean, para dai muda dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan di masjid dan lingkungan masyarakat. Mereka dipercaya menjadi imam salat maktubah, imam salat tarawih, mengisi kultum, hingga mengajar santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Program Sebar Dai Ramadan ini merupakan respons atas permintaan dari sejumlah cabang Muhammadiyah di daerah yang berharap kegiatan dakwah di masjid semakin semarak selama bulan suci.
Melalui kehadiran para dai muda, masjid-masjid di wilayah tersebut diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak kajian, ceramah keagamaan, serta imam salat dengan bacaan yang baik sebagaimana yang biasa ditemui di masjid-masjid perkotaan.
Selain itu, program ini juga dinilai strategis dalam memperluas dakwah Muhammadiyah. Pasalnya, selama bulan Ramadan semangat umat Islam untuk menghadiri salat berjamaah di masjid meningkat signifikan.
Momentum tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menyebarluaskan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.(*)






