534 Siswa Spemdalas Ikuti Munaqasyah Tahfidz, Tarjim, dan Ibadah

Reporter: Ain Nurwindasari

Berita Sekolah2503 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Sebanyak 534 siswa kelas VII dan VIII SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik mengikuti Munaqasyah Tahfidz, Tarjim, dan Ibadah yang digelar selama tiga hari, 10–12 Juni 2026. Peserta terdiri atas 271 siswa kelas VII dan 263 siswa kelas VIII. Dari jumlah tersebut, 26 siswa Tahfidz Class 7E mengikuti munaqasyah dengan target hafalan yang lebih tinggi dari kelas reguler.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran Al-Islam pada semester genap tahun pelajaran 2025–2026. Materi yang diujikan meliputi tahfidz Al-Quran, tarjim atau pemahaman makna ayat dan doa, serta praktik ibadah.

Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, MSi, menjelaskan, bahwa munaqasyah merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk mengukur kompetensi keislaman siswa.

Munaqasyah ini menjadi ikhtiar sekolah untuk memastikan siswa tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Quran, tetapi juga memahami maknanya, serta menjadikannya pedoman dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari,” ujarnya.

Dalam munaqasyah tahfidz, siswa diuji hafalan surat-surat Al-Quran sesuai target pada masing-masing jenjang. Adapun pada munaqasyah tarjim, siswa diminta menunjukkan pemahaman terhadap makna surat dan doa yang telah dipelajari selama satu semester.

Koordinator Tahfidz dan Tarjim, Siti Uswatul Jannah, SPd, mengatakan, pemahaman menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin siswa tidak berhenti pada kemampuan menghafal. Mereka juga perlu memahami kandungan ayat dan doa yang dipelajari, sehingga Al-Quran dapat lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Karena itu, tahfidz dan tarjim menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi,” tuturnya.

Menurutnya, siswa Tahfidz Class 7E mengikuti munaqasyah dengan target hafalan yang lebih tinggi dibandingkan kelas reguler. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan khusus yang dijalankan sekolah bagi siswa kelas tahfidz.

Sementara itu, Koordinator Pembiasaan Kelas VII dan VIII, Putri Nur Izzatus Sofi, SPdI, menjelaskan, bahwa munaqasyah ibadah difokuskan pada kemampuan siswa dalam mempraktikkan ibadah sesuai materi yang telah dipelajari.

“Kami berharap ibadah yang dilakukan siswa tidak hanya benar secara teori, tetapi juga menjadi kebiasaan yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui munaqasyah ini, siswa dilatih untuk memahami dan mempraktikkan ibadah dengan penuh kesadaran,” ungkapnya. (*)

 

Editor