Seleksi IPM Kids SD Mudri Gresik Uji Kepemimpinan 43 Siswa

Reporter: Elisyah Susanty

Berita Sekolah12 Dilihat

Sebanyak 43 siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik menunjukkan keberanian mereka untuk melangkah menjadi calon pemimpin muda melalui seleksi anggota IPM Kids dan Tiwisada UKS. Berlangsung di Laboratorium Komputer sekolah, kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menggali karakter, tanggung jawab, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah.

Seleksi yang digelar Jumat (24/7/2026) tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB. Para peserta mengikuti tes tertulis berbasis digital dengan memanfaatkan Google Form melalui perangkat Chromebook yang tersedia di sekolah. Setelah menyelesaikan tes, peserta mengikuti sesi wawancara untuk mengetahui motivasi dan kesiapan mereka bergabung dalam organisasi siswa.

Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi sekolah dalam memilih siswa yang memiliki potensi untuk menjadi bagian dari IPM Kids dan Tiwisada UKS. Melalui proses seleksi tersebut, sekolah ingin memastikan anggota organisasi yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga siap menjalankan peran sebagai teladan bagi teman-temannya.

Penanggung Jawab IPM Kids SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, Fadilla Puspita Dewi, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan untuk melihat berbagai aspek dalam diri peserta. Menurutnya, penilaian tidak hanya berdasarkan hasil tes, tetapi juga karakter, tanggung jawab, dan komitmen siswa dalam mengikuti kegiatan organisasi.

“Melalui seleksi ini kami ingin memilih siswa yang benar-benar siap belajar berorganisasi, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi teladan bagi teman-temannya,” ujar Fadilla.

Salah satu peserta seleksi, Muhammad Arsya Yudhistira dari kelas 4 Qatar TCP, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Ia berharap dapat bergabung sebagai anggota IPM Kids untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan belajar mengambil tanggung jawab.

“Saya ingin menjadi anggota IPM Kids karena bisa melatih kepemimpinan dan keberanian dalam mengambil keputusan. Saya juga ingin belajar bertanggung jawab dan bekerja sama dengan teman-teman,” kata Arsya.

Sementara itu, Penanggung Jawab UKS SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, Yasmin Wahyu Zuraida, mengatakan bahwa sesi wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi Tiwisada UKS. Melalui wawancara, sekolah dapat melihat kesiapan peserta dalam menjalankan tugas dan mendukung program kesehatan sekolah.

Menurut Yasmin, anggota Tiwisada UKS diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

“Melalui proses seleksi ini kami ingin memperoleh siswa yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan sekolah, disiplin, dan siap menjalankan program-program UKS bersama tim,” ungkap Yasmin.

Penggunaan sistem seleksi berbasis digital melalui Chromebook juga menjadi bagian dari upaya sekolah memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pendidikan dan organisasi. Selain mempercepat proses penilaian, metode tersebut memberikan pengalaman bagi siswa untuk terbiasa menggunakan teknologi dalam berbagai aktivitas.

Melalui seleksi IPM Kids dan Tiwisada UKS ini, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo berharap siswa terpilih nantinya mampu menjadi generasi yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sekolah, serta aktif berkontribusi dalam berbagai program sekolah.

Editor