Budaya Membaca Al-Quran sebelum Rapat Jadi Penguat Kebersamaan Guru SD Almadany

Reporter: Mahfudz Efendi

Berita Sekolah14 Dilihat

Girimu.com – Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, guru dan karyawan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, kembali membiasakan diri membaca Al-Qur’an bersama sebelum rapat koordinasi mingguan dimulai. Tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya sekolah dalam membangun suasana kerja yang penuh keberkahan.

Seperti yang terlihat pada Jumat (24/7/2026), sebanyak 30 guru dan karyawan membuka aplikasi Al-Qur’an digital di telepon pintar masing-masing, seperti Muslim Pro Quran, Quran for Android, maupun Quran Best, untuk mengikuti tadarus bersama.

Kegiatan dipimpin oleh guru Ismuba, Irma Pritandani Agripina, S.Pd., Gr. Sebelum memulai, ia mengingatkan materi pekan sebelumnya.

“Terakhir kita telah membaca Surah An-Nisa ayat 34. Hari ini kita lanjutkan ke ayat 35,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, peserta bersama-sama membaca Surah An-Nisa ayat 35 hingga ayat 37 secara bergiliran.

Koordinator Ismuba tersebut kemudian mempersilakan guru dan karyawan membaca ayat secara bergantian, sementara peserta lainnya menyimak untuk memastikan ketepatan bacaan.

“Yang menyimak akan membetulkan bacaan yang kurang tepat ataupun makhraj huruf yang kurang benar,” ujar guru yang pernah mengajar di SMP Muhammadiyah 4 (Spemupat) Kebomas tersebut.

Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan tradisi membaca Al-Qur’an sebelum rapat telah menjadi bagian dari budaya sekolah yang terus dijaga.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sumber ketenangan sekaligus inspirasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah.

Ia menambahkan, sebelum membahas berbagai persoalan maupun program sekolah, hati dan pikiran terlebih dahulu disegarkan melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an agar setiap keputusan yang diambil dilandasi ketenangan dan nilai-nilai spiritual.

Sekitar 15 menit kemudian, kegiatan tadarus selesai. Irma mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Suasana damai dan penuh kekhusyukan terasa di ruang rapat, menjadi energi positif sebelum memasuki agenda utama.

Rapat koordinasi mingguan kemudian dipandu oleh penata usaha sekolah, Faricha Laily Permatasari, S.I.Kom., yang selanjutnya menyerahkan jalannya diskusi kepada Kepala SD Almadany.

Forum tersebut menjadi sarana bagi 30 guru dan karyawan untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan selama sepekan sekaligus menyusun rencana kegiatan pada pekan berikutnya.

Dalam arahannya, Lilik menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara guru, karyawan, wali murid, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi yang harmonis menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pelayanan di SD Almadany.

Tradisi membaca Al-Qur’an sebelum rapat, lanjutnya, bukan sekadar rutinitas, tetapi telah menjadi sumber inspirasi dan penyemangat bagi seluruh civitas akademika sekolah. Melalui kebiasaan tersebut, SD Almadany berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual.

 

Editor