Sorak Kemerdekaan ‘Anak Surga’ di Lintasan Kelereng Spemutu

Reporter: Beny Syah

Berita Sekolah27 Dilihat

Keceriaan meluap dari wajah-wajah “Anak Surga” saat berlomba balap kelereng, Rabu 12 Agustus 2026. Di SMP Muhammadiyah 1 Gresik, atau akrab disapa Spemutu, ajang ini menjadi bagian dari Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sebuah penegasan bahwa kegembiraan hari jadi bangsa adalah milik semua, tanpa terkecuali.

Lintasan kelereng yang disiapkan khusus itu bukan sekadar arena permainan. Ia adalah wujud nyata komitmen Spemutu menciptakan sekolah inklusif, tempat setiap peserta didik berkesempatan merasakan euforia kemerdekaan. Dengan semangat membara, para “Anak Surga” berpacu, diiringi dukungan dan tepuk tangan riuh dari guru, teman-teman, dan seluruh penghuni sekolah.

Suasana begitu hangat, penuh kebahagiaan. Tiap langkah pelan saat membawa kelereng di sendok disambut sorakan penyemangat. Tak ada sekat atau perbedaan, yang tersisa hanyalah kebersamaan, kepedulian, dan tawa yang merangkul seluruh keluarga besar Spemutu.

Sri Winarni Yuni Susanti, Guru Bimbingan dan Konseling Spemutu, menyebut kegiatan ini sebagai manifestasi pendidikan inklusif yang terus mereka kembangkan. “Setiap anak punya hak yang sama merasakan kebahagiaan dan jadi bagian dari setiap kegiatan sekolah,” ujarnya. “Lewat lomba ini, kami ingin membangun percaya diri Anak Surga, melatih keberanian tampil, dan memberi pengalaman positif demi perkembangan sosial serta emosional mereka.”

Lebih dari itu, Winarni menekankan, lomba ini juga mendidik seluruh warga sekolah tentang pentingnya saling menghargai, menerima perbedaan, dan menumbuhkan kepedulian. “Inilah semangat pendidikan inklusif yang terus kami bangun di Spemutu,” katanya.

Ia menambahkan, permainan sederhana macam balap kelereng memiliki faedah besar bagi perkembangan anak. “Bagi sebagian orang, balap kelereng mungkin hanya permainan. Tapi bagi Anak Surga, ini media melatih konsentrasi, koordinasi motorik, kesabaran, keberanian, serta kemampuan berinteraksi,” jelas Winarni.

“Yang paling membahagiakan adalah melihat mereka tersenyum, percaya diri, dan merasa dihargai karena diberi kesempatan sama untuk berpartisipasi,” lanjut Winarni. Momen-momen seperti ini, menurutnya, akan jadi kenangan indah yang menguatkan keyakinan “Anak Surga” bahwa mereka adalah bagian berharga dari keluarga besar Spemutu. “Kami harap semangat inklusivitas ini terus tumbuh agar seluruh peserta didik bisa saling mendukung, menghargai, dan belajar bersama tanpa perbedaan,” pungkasnya.

Hafidz Hazimul Fikri, salah satu peserta, mengaku sangat gembira. “Saya senang sekali ikut lomba balap kelereng. Seru, bisa main sama teman,” kata Hafidz dengan wajah ceria.

Lewat kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 1 Gresik menegaskan: semangat kemerdekaan adalah milik semua. Sekolah tak cuma menghadirkan perlombaan meriah, tapi juga menciptakan ruang inklusif, penuh kasih sayang, dan menghargai tiap potensi. Dengan begitu, semua siswa, termasuk “Anak Surga”, dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang memberi kesempatan sama untuk belajar, berprestasi, dan berbahagia bersama.

Editor