Paku Kunti dan Tumpeng Mini Kobarkan Semangat Kemerdekaan di Spemutu

Reporter: Frasastra

Berita Sekolah62 Dilihat

Paku Kunti. Namanya saja sudah memancing tawa, tapi tantangannya menguji ketelitian. Bersama Gelas Gantung dan parade Tumpeng Mini, gelaran Semarak Kemerdekaan di SMP Muhammadiyah 1 Gresik, atau Spemutu, mencapai puncaknya pada Kamis, 13 Agustus 2026. Ratusan siswa tumpah ruah di lapangan sekolah, bersorak dan beradu strategi, merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara yang riuh sekaligus edukatif.

Sejak pagi, hawa lapangan Spemutu sudah dipenuhi riuh rendah antusiasme. Sorak sorai membahana, menyemangati teman yang berjuang menuntaskan misi paku kunti dan gelas gantung, dua lomba yang menuntut bukan hanya kecepatan, tapi juga presisi dan kerja sama tim. Di sudut lain, adu kreasi tumpeng mini memamerkan imajinasi dan rasa. Penilaian tak hanya soal rasa, tapi juga kreativitas, kerapian, kebersihan, dan bagaimana karbohidrat diolah menjadi karya seni.

Bukan sekadar mencari juara, setiap kelas memamerkan sportifitas dan gotong royong, nilai-nilai luhur yang memang ingin ditanamkan dalam peringatan kemerdekaan. Beny Firmansyah, Kepala Urusan Kesiswaan sekaligus Penanggung Jawab Semarak Kemerdekaan Spemutu, menjelaskan bahwa rangkaian lomba ini dirancang khusus.

“Hari kedua Semarak Kemerdekaan menghadirkan perlombaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih ketelitian, kekompakan, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama,” ujarnya. Beny menambahkan, “Melalui lomba paku kunti dan gelas gantung, siswa belajar untuk saling percaya dan berkolaborasi dalam tim. Sementara lomba tumpeng mini mengajarkan kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap kekayaan kuliner Indonesia. Kami berharap seluruh siswa dapat mengambil nilai-nilai positif dari setiap kegiatan, karena sejatinya kemenangan bukan hanya menjadi juara, tetapi mampu menunjukkan karakter yang baik, sportif, dan saling menghormati.”

Kegembiraan tak bisa disembunyikan oleh para peserta. Naseem Bahasuan, salah satu siswa, mengaku amat senang berpartisipasi. “Lombanya seru dan menantang. Kami harus kompak dengan teman-teman supaya bisa menyelesaikan permainan dengan baik. Walaupun melelahkan, kami tetap senang karena bisa ikut memeriahkan Semarak Kemerdekaan bersama seluruh warga Spemutu,” tuturnya bersemangat.

Senada, Dwi Aprilia, peserta lomba tumpeng mini, merasakan pengalaman baru yang menyenangkan. “Saya senang bisa mengikuti lomba tumpeng mini. Kami belajar menghias dan menyajikan tumpeng bersama teman-teman. Selain itu, kami juga belajar bekerja sama, membagi tugas, dan menghargai hasil karya setiap kelas. Kegiatannya seru dan membuat kami semakin kompak,” ungkap Dwi.

Rangkaian kegiatan di hari kedua ini menegaskan komitmen Spemutu untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai ajang edukatif, kreatif, dan penuh kebersamaan. Lebih dari sekadar kompetisi, Semarak Kemerdekaan ini menjadi momentum penanaman nilai persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air bagi seluruh siswa.

Editor