Girimu.com — Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai seluruh penjuru Mugeb Primary School, Jumat (14/8/2026). Ratusan siswa berkerumun memadati berbagai area sekolah, mulai dari lapangan futsal, lapangan timur, selasar, hingga halaman depan.
Sorak-sorai dukungan menggema dari para siswa yang antusias menyaksikan maupun ambil bagian dalam rangkaian perlombaan yang diselenggarakan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kekompakan antarpeserta didik. Berbagai jenis lomba dirancang sedemikian rupa untuk melatih kerja sama tim, ketangkasan, sekaligus kreativitas anak-anak dari berbagai jenjang kelas.
Keseruan dimulai di area lapangan futsal tempat digelarnya lomba Menyanyi Lagu Nasional. Seluruh siswa kelas 1 dan 2 tampil penuh percaya diri menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Penampilan mereka semakin marak berkat ragam aksesoris tambahan yang dikenakan, seperti hiasan kepala yang unik, stiker pipi bertema kemerdekaan, hingga penggunaan hasduk merah putih sebagai identitas kebanggaan masing-masing kelompok.
Kemeriahan berlanjut dengan permainan chair relay atau estafet kursi. Lomba ini diikuti oleh kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Setiap tim harus memindahkan kursi secara estafet dengan cepat; kelompok yang paling gesit mencapai garis akhir dinobatkan sebagai pemenang.
Sementara di lapangan Timur menjadi pusat dari berbagai perlombaan fisik yang menuntut konsentrasi dan kerja sama tinggi. Salah satunya adalah lomba menggiring balon yang diikuti oleh lima peserta per tim. Para peserta berdiri berderet lurus sambil menjepit balon di antara tubuh mereka menggunakan dua tangan, lalu berjalan kompak menuju garis finish tanpa menjatuhkan balon tersebut.
Tantangan tak kalah menarik tersaji pada lomba meniup bola di atas air. Di atas sebuah meja, beberapa gelas telah disusun berderet. Peserta secara bergiliran harus menuangkan air hingga penuh ke dalam setiap gelas agar bola pingpong di dalamnya mengapung dan bisa ditiup berpindah ke gelas berikutnya secara beruntun hingga gelas terakhir.
Suasana kian semarak tatkala lomba padel dimulai. Para peserta tampak antusias memukul bola plastik kecil menggunakan raket modifikasi berbahan kardus agar bola dapat masuk ke dalam kantong plastik besar yang telah disediakan. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah bola terbanyak yang berhasil dikumpulkan dalam batas waktu tertentu.
“Jangan sampai bolanya masuk ke kantong lawan ya!” teriak Mohammad Fathoni selaku pemandu lomba padel, yang langsung disambut gelak tawa dan semangat dari para penonton.
Tidak ketinggalan, di area yang sama juga dilangsungkan lomba pindah bola menggunakan tongkat dengan sistem estafet yang menguji kecepatan serta ketepatan koordinasi tangan.
Lomba Unik di Selasar dan Aksi Futsal Pak Haji
Bergeser ke lokasi yang berbeda, yakni di selasar gedung baru, para siswa tampak serius mengikuti lomba sedot kertas. Setiap peserta ditantang mengambil potongan-potongan kertas kecil dengan cara menghisapnya menggunakan lubang sedotan, lalu memindahkannya secara cepat ke dalam gelas kosong.
Di waktu yang bersamaan, lapangan futsal kembali bergemuruh oleh sorotan penonton yang memberikan dukungan penuh pada pertandingan futsal unik bertajuk “Futsal Pak Haji”. Pertandingan ini menerapkan aturan futsal pada umumnya, namun dengan syarat atribut khusus yang wajib dikenakan para pemain, yaitu mengenakan sarung dan peci, yang mengundang gelak tawa penonton di pinggir lapangan.
Kemeriahan perayaan ini semakin lengkap dengan digelarnya berbagai lomba tradisional khusus untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6. Permainan tradisional yang dilombakan meliputi bakiak, hula hoop, permainan bola bekel, hingga lomba tarik tambang yang selalu menjadi pusat perhatian berkat sorak-sorai dukungan penonton yang memadati sisi lapangan.
Melalui kegiatan ini, Mugeb Primary School sukses menghadirkan momen kebersamaan yang berkesan bagi seluruh siswa, memupuk jiwa sportivitas, serta merajut keakraban di lingkungan sekolah dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. (*)


