Adu Lihai di Dapur Spemdalas: Ketika Nasi Kuning dan Ayam Rica-rica Jadi Ajang Kolaborasi

Reporter: Ria Rizania

Berita Sekolah22 Dilihat

Jumat siang, 14 Agustus 2026, panggung SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) bergelora. Bukan karena pentas musik, melainkan derap langkah para siswa yang berlomba memamerkan kreativitas lewat busana bertema kemerdekaan. Ajang bertajuk ‘figure show’ ini menjadi magnet utama rangkaian Indonesia Merdeka, Spemdalas Ceria (IMSC), memperlihatkan bagaimana semangat juang bisa diwujudkan dalam setiap jahit dan gerak.

Alaric Azzahidi Ari Wibowo, Ketua PR IPM Spemdalas sekaligus juri, menyebut lomba ini istimewa. “Setiap peserta punya konsep dan kreativitas berbeda,” ujarnya. Ia melihat bagaimana siswa mampu menerjemahkan tema melalui kostum dan penampilan, yang terpentung, berani tampil.

Lomba ini mengharuskan setiap kelas mengirimkan satu perwakilan putra dan putri. Mereka wajib mengenakan busana hasil kreasi sendiri, dilarang keras menyewa. Peserta juga bebas menampilkan koreografi atau konsep panggung, dengan dukungan maksimal dua orang.

Penilaian tidak melulu soal bagus tidaknya penampilan. Kreativitas dan kekuatan konsep menjadi kunci.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Anisa Zahirah, siswa kelas 8 Erbium. Ia tampil apik dengan figur pahlawan perempuan, RA Kartini. “Saya senang bisa ikut karena bisa tampil dengan konsep RA Kartini,” kata Anisa. Meski persiapannya menantang, ia mengaku mendapat pengalaman baru dan belajar percaya diri.

Musrifatul Jannah, juri lainnya, mengamini keunikan para peserta. “Mereka tidak hanya unjuk kreativitas berbusana, tapi juga belajar menampilkan karakter dan konsep pilihannya,” kata Musrifatul. Ini, menurutnya, adalah pengalaman berharga untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.

Sepanjang acara, antusiasme siswa tak terbendung. Perpaduan kostum unik, konsep orisinal, dan penampilan memukau menjadikan lomba ini salah satu segmen paling meriah dalam gelaran IMSC Spemdalas.

Editor