Girimu.com – Konsep booth container Kantin Nyai Walidah menjadi salah satu perhatian tim Puskesmas Driyorejo saat melakukan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2026 di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, Gresik, Selasa (11/8/2026). Selain tampil tertata, kantin tersebut dinilai dari aspek kebersihan, keamanan pangan, hingga higienitas petugas dalam menyediakan makanan bagi siswa.
Penilaian berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB. Tiga anggota tim Puskesmas Driyorejo, yakni Eka Mayluna Kencana, A.Md.KL., Akbar Amruallah, dan dr. Sukadi selaku ketua tim, meninjau sejumlah fasilitas sekolah sebagai bagian dari penilaian indikator sekolah sehat.
Kantin Nyai Walidah yang berada di halaman sekolah menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian tim juri. Konsep booth container tidak hanya memberikan tampilan yang lebih tertata, tetapi juga mendukung pengelolaan area penyediaan makanan dan minuman bagi peserta didik.
Saat meninjau kantin, Eka Mayluna Kencana berdialog langsung dengan petugas. Ia menggali informasi mengenai jenis makanan yang dijual, proses penyajian, keamanan bahan makanan, serta penggunaan bahan tambahan pangan.
Aspek kebersihan petugas juga menjadi perhatian. Eka mengingatkan petugas kantin untuk menjaga kebersihan diri selama melayani siswa.
“Petugas kantin wajib memakai masker,” pesan Eka kepada petugas kantin.
Menurut tim juri, kebersihan petugas menjadi bagian penting dalam menjaga higienitas makanan yang dikonsumsi peserta didik. Karena itu, pengelolaan kantin tidak hanya dinilai dari kondisi fisik, tetapi juga dari penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Penanggung Jawab Koordinator UKS SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, Yasmin Wahyu Zuraidah, S.Pd., mengatakan sekolah berupaya menerapkan budaya hidup sehat dalam berbagai aktivitas warga sekolah.
“Melalui penilaian LSS 2026 ini, kami dari SD Muhammadiyah 1 Driyorejo tidak hanya berupaya menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, tetapi juga memastikan kebiasaan hidup sehat diterapkan dalam berbagai aktivitas warga sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah melibatkan kader Tiwisada UKS dalam pemeriksaan kebersihan kuku siswa. Program tersebut menjadi salah satu upaya UKS untuk membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Konsep booth container pada Kantin Nyai Walidah menjadi bagian dari inovasi SD Muhammadiyah 1 Driyorejo dalam menata lingkungan sekolah. Penempatan kantin di halaman sekolah juga memudahkan pengawasan terhadap aktivitas penyediaan makanan bagi siswa.
Penilaian LSS 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengevaluasi berbagai fasilitas dan kebiasaan hidup sehat yang telah diterapkan. Masukan dari tim Puskesmas Driyorejo diharapkan dapat menjadi dasar pembenahan pengelolaan kantin agar semakin higienis, aman, dan mendukung kesehatan peserta didik.

