Sabtu lalu, di tengah semarak Maulid Fest 2026, SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, atau Spemdalas, menyulap ruang kelas menjadi ajang pelatihan “senam otak” melalui Workshop Berkisah for Kids. Bukan sekadar soal berani bicara, Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, menegaskan bahwa berkisah adalah latihan intensif bagi pikiran, menuntut peserta mengingat alur, mengolah informasi, hingga menyampaikannya dengan daya pikat.
Sebanyak 27 perwakilan kelas 7, 8, dan 9 Spemdalas ikut serta dalam lokakarya unik ini. Rahmad Junaedy, Trainer Infect Jakarta-Indonesia, Penulis Master Coaching SBI, sekaligus Dewan Syuro Pusat PPMI, dipercaya menuntun para siswa untuk menjelajah seni bertutur.
Menurut Yugo, proses berkisah yang menuntut daya ingat, kemampuan mengolah cerita, serta ekspresi yang memikat, sejatinya melatih kemampuan berpikir, mengingat, dan berkomunikasi para siswa. Pembekalan ini krusial agar mereka tidak hanya cakap materi, tapi juga lihai mengemas dan menyampaikannya dengan apik di depan audiens anak-anak.
M. Nor Qomari, Ketua Panitia Maulid Fest 2026, menjelaskan bahwa lokakarya ini adalah pilar penting dalam persiapan menuju lomba berkisah daring. “Workshop ini ditujukan agar para peserta lomba berkisah bisa mempersiapkan diri secara maksimal dalam mengikuti lomba berkisah yang rencananya diadakan secara online dan diunggah melalui media sosial masing-masing peserta,” ujarnya.
Ini kali pertama Spemdalas menggelar lomba berkisah. Maka dari itu, Nor Qomari melihat workshop ini sebagai keharusan. “Tanpa workshop sepertinya akan kurang maksimal,” tambahnya. Ia berharap, tak hanya berhenti di ajang kompetisi, kegiatan ini bisa menjadi kawah candradimuka untuk menemukan duta-duta Spemdalas dalam menyampaikan kisah-kisah sirah Nabawi.
Maulid Fest 2026 sendiri adalah rangkaian acara Spemdalas dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H. Selain Workshop dan Lomba Berkisah, agenda festival ini juga diramaikan Lomba Kaligrafi, Lomba Class of Champions Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta Lomba Nasyid.








