Gresik Menyemai Nasionalisme: Spemdalas Merajut Iman dan Ilmu di HUT ke-81 RI

Reporter: Lely Badriyah

Berita Sekolah23 Dilihat

Di tengah semangat pagi yang menyelimuti lapangan Sport Center SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026, bukan sekadar seremonial. Ratusan siswa kelas VII, VIII, dan IX sudah berbaris rapi sejak pukul 06.30, siap menyerap makna kemerdekaan.

Pembina upacara, Ain Nurwindasari, dalam pidatonya menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah buah dari jerih payah para pahlawan. Hening cipta yang dilakukan bukan hanya sekadar tradisi, melainkan doa tulus atas perjuangan mereka hingga titik darah penghabisan. Sebagai generasi penerus, Ain menyerukan agar tantangan bukan lagi melawan penjajah atau mengorbankan nyawa, melainkan mengisi kemerdekaan.

Ia memaparkan dua pilar utama dalam mengisi kemerdekaan: Iman dan Taqwa (IMTAK) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Perjuangan pahlawan, menurutnya, tak lepas dari keimanan yang kuat. “Dengan keimanan kepada Allah SWT, mereka terus berjuang sampai titik darah penghabisan dan mengkaruniakan kemerdekaan. Semoga bangsa maju dengan iman dan takwa,” ujarnya, seraya mengutip firman Allah pada Q.S. Al A’raf ayat 94 yang menjanjikan berkah bagi negeri yang beriman dan bertakwa.

Ain juga mengajak para pelajar Muhammadiyah untuk menjadikan belajar sungguh-sungguh sebagai bentuk perjuangan masa kini, karena menuntut ilmu adalah perintah Allah SWT. Ia kemudian melanjutkan dengan pilar kedua, IPTEK. Mengutip Surah Al A’laq ayat 1, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan,” ia menekankan semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi sesama.

“IMTAK memberikan arah, IPTEK memberikan daya,” tegasnya. Ain memperingatkan, IPTEK tanpa IMTAK dapat membuat manusia pintar tetapi kehilangan arah. Sebaliknya, IMTAK tanpa penguasaan ilmu dan teknologi akan membuat sulit menghadapi perkembangan zaman. Kolaborasi keduanya, IMTAK yang berarah dan IPTEK yang berdaya, diharapkan melahirkan kehidupan yang berdaya guna bagi kemajuan bangsa.

Editor