Dari Edutorium UMS Menuju Dome UMM, 332 Kilometer Ditempuh Fatma Hajar Raih Gold Medal ME Awards 2026

Reporter: Waviq Amiqoh

Berita Sekolah12 Dilihat

Girimu.com — Jarak 332 kilometer dilalui Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuju Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) demi menuntaskan dua amanah sekaligus. Perjalanan tersebut berbuah manis setelah guru SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik atau Berlian Primary School itu berhasil meraih Gold Medal Guru Berprestasi dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026, Sabtu (8/8/2026).

Perjalanan dimulai pada pukul 01.11 WIB dini hari. Saat itu Fatma masih menjalankan tugas sebagai peserta Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta bersama rombongan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Ia harus meninggalkan rangkaian Muktamar lebih awal untuk memenuhi amanah lain sebagai perwakilan Berlian Primary School dalam ME Awards 2026.

Dua agenda tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Fatma. Selain berlangsung pada waktu yang bersamaan, keduanya menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan komitmennya sebagai kader Nasyiatul Aisyiyah sekaligus pendidik.

“Kalau komitmen kader Nasyiah Aisyiyah yang ke-10 adalah membagi waktu antara keluarga dan Nasyiah, kali ini membagi waktu antara sekolah dan Nasyiah,” tutur Fatma yang juga merupakan koordinator bina kader Berlian Primary School.

Dua Amanah, Satu Perjalanan

Seluruh kelengkapan ME Awards telah dipersiapkan Fatma sebelum keberangkatan menuju Solo pada Rabu (5/8/2026). Portofolio dan berbagai perlengkapan yang diperlukan kemudian dibawa menuju Malang dengan bantuan Putri Ayu Melyana Indrawati, M.Pd., Koordinator Bina Prestasi Akademik, serta Anastasia Yuli Rahmawati, A.Ma.

“Alhamdulillah sebelum keberangkatan saya titip portofolio ke Us Putri untuk bisa dibawakan ke Malang dan dibantu juga oleh Us Tasya untuk mencetak profil. Bersyukur sekali memiliki rekan rasa saudara,” tuturnya.

Setibanya di Solo pada Kamis (6/8/2026), Fatma mengikuti rangkaian Muktamar dengan antusias. Salah satunya seminar yang menghadirkan Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Fatma sempat mendapatkan informasi dari panitia ME Awards bahwa dirinya diperbolehkan mengikuti sesi presentasi secara daring karena sedang mengikuti Muktamar.

Namun, ia memilih untuk tetap berangkat menuju Malang.

“Sempat menimbang-nimbang terkait keberangkatan ke Malang, tapi bismillah dituntaskan dulu di Muktamar dan menuju Malang. Karena bagi saya keduanya adalah amanah penting dan pengalaman berharga,” ceritanya.

Tantangan berikutnya muncul ketika Fatma hendak membeli tiket kereta pada Kamis malam. Aplikasi pemesanan mengalami kendala sehingga ia harus mencari alternatif perjalanan.

“Akhirnya diberikan saran dan semangat oleh Yunda Risma, Sekum PDNA Gresik, dan Yunda Azizah untuk mencoba alternatif naik bus,” lanjutnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian pemilihan dalam Muktamar, Fatma akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Malang menggunakan bus yang telah dipesan. Dua kader Nasyiatul Aisyiyah Gresik mengantarnya hingga keberangkatan meskipun waktu sudah memasuki tengah malam.

Sepanjang perjalanan, Fatma memanfaatkan waktu untuk membaca kembali materi yang akan dipresentasikan di hadapan dewan juri ME Awards 2026.

Dijemput Tim Berlian Pagi Hari

Bus akhirnya tiba di Terminal Arjosari, Malang. Di lokasi tersebut, Farikha, S.Pd., Kepala Berlian Primary School, bersama Maflukha, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, telah menunggu lebih dari satu jam.

Bus yang ditumpangi Fatma mengalami keterlambatan akibat perbaikan jalan.

“Alhamdulillah meski bus delay, tapi Pak Main, driver handalnya Berlian, bisa menjemput dan mengantarkan ke UMM tepat waktu,” ungkapnya.

Setelah tiba, Fatma segera bersiap dan membersihkan diri sebelum menuju lokasi perlombaan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 UMM. Beruntung, ia mendapatkan nomor urut presentasi ketiga sehingga masih memiliki kesempatan untuk beristirahat sejenak sebelum tampil.

Presentasi pun berlangsung hingga akhirnya Fatma menyelesaikan seluruh tahapan yang harus dilalui.

Usaha, Doa, dan Tawakal Berbuah Gold Medal

Momentum yang paling dinantikan kemudian tiba, yakni pengumuman pemenang ME Awards 2026. Dari tribun Dome UMM, kontingen Berlian Primary School menyaksikan satu per satu nama pemenang diumumkan.

Ketika memasuki kategori guru berprestasi, Fatma menyerahkan hasilnya kepada Allah setelah seluruh ikhtiar dilakukan.

“Sudah tentu harapannya yang terbaik, tetapi semua itu harus digantungkan penuh kepada Allah. Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah. Usahanya sudah dimaksimalkan, tinggal berdoa dan tawakal,” ungkapnya.

Ia juga memegang prinsip Man saara ‘ala darbi washala, bahwa siapa yang berjalan pada jalannya dengan sungguh-sungguh akan sampai pada tujuannya.

Hingga akhirnya, nama Berlian Primary School terdengar dari panggung.

“SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik, Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd.”

Nama tersebut dipanggil sebagai salah satu peraih Gold Medal Guru Berprestasi ME Awards 2026.

Sontak kontingen Berlian Primary School mengucapkan hamdalah dan merayakan pencapaian tersebut dengan penuh syukur.

Bagi Fatma, medali emas tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pengingat untuk terus belajar dan berkarya.

“Alhamdulillah bersyukur bisa berdiri di antara guru-guru hebat gold medalist. Bagi saya, beliau semua adalah panutan dalam banyak hal. Semoga momen ini tidak menjadi akhir, tetapi menjadikan semangat dalam belajar, berkarya, dan bermanfaat,” ungkap Fatma.

Perjalanan dari Edutorium UMS menuju Dome UMM akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan sejauh 332 kilometer. Di baliknya terdapat cerita tentang dua amanah, keberanian mengambil keputusan, dukungan rekan, perjuangan menembus perjalanan malam, serta ikhtiar yang dipertemukan dengan doa dan tawakal.

Gold Medal Guru Berprestasi ME Awards 2026 menjadi buah dari perjalanan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa amanah yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dapat melahirkan prestasi dan pengalaman yang bermakna.

Editor