Girimu.Com — Sebanyaj 53 murid kelas V SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur yang terbagi dalam lima hari tugas, mulai berkiprah awal bulan Agustus ini. Sejak dilantik pada Senin (3/8/2026) sudah satu putaran mereka bertugas.
Seperti yang terlihat pada Jumat (7/8/2026) ini, tujuh murid laki-laki dan tiga perempuan bertugas sejak kegiatan sapa pagi. Mereka menyapa dan memberikan salam kepada adik kelas, teman, maupun kakak kelas saat baru masuk ke gerbang sekolah. Setelah memberikan salam, tak lupa mereka mengingatkan passsword masuk gerbang sekolah. Tidak jarang mereka mengarahkan dan membantu adik-adik kelas I untuk membaca password itu. Password biasanya dibuat oleh koordinator Ismuba yang terdiri atas bacaan hadis pendek ataupun kalimat sapaan dalam bahasa arab dan Inggris.
Hari Jumat terasa begitu istimewa bagi crew Penegak Disiplin Sekolah (PDS). Ketua Kedisiplinan (Kadis) PDS, Muhammad Irsyad Zahir bersama tujuh anggota PDS yang bertugas mengawal siswa kelas III – VI menuju Masjid At-Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang yang berjarak sekitar 500 meter arah Barat dari sekolah alam ini. Sebelum berangkat, mereka mengumpulkan para siswa di lapangan, menyemprotkan wewangian, berdoa bersama, baru berangkat bersama dengan tertib.
Di area masjid, Zahir membagi tugas. Ada tim yang mengawasi ketertiban murid sebelum, pada saat, hingga selesai khutbah dan salat Jumat. Sedangkan dirinya bersama Muhammad Rohabi Al Maulana, Respati, dan Abiyyu menata dan merapikan sandal atau sepatu jamaah yang salat Jumat di masjid.
Dari mengawal salat berjamaah harian dan Jumat hingga menjaga ketertiban saat di sekolah, PDS SD Almadany hadir bukan sebagai pengawas semata, melainkan sahabat yang menanamkan disiplin dengan cara penuh empati.
Teguran Humanis
Di dalam ruangan khusus untuk murid SD Almadany yang berada di lantai 2 masjid, Rafisqy Hafidz Azka, Mohammad Abidzar Al Ghifari, dan Thariq Ziiyad Mikayl Rizal mengawasi kawan-kawannya. Mereka memegang presensi siswa dan mencatatnya jika dilihatnya ada pelanggaran yang dilakukan. Dengan penuh perhatian, mereka mengingatkan agar tetap tertib sebelum pelaksanaan salat Jumat dimulai. Suasana tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di SD Alam pertama di Gresik ini.
Bagi sekolah ini, kedisiplinan merupakan kunci penting dalam membentuk karakter dan keberhasilan anak di masa depan. Nilai itu ditanamkan bukan hanya lewat aturan dan sanksi, melainkan juga melalui pendekatan yang melibatkan siswa secara langsung. Pembentukan tim PDS ini menjadi salah satu wujud nyata pendekatan tersebut.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, SPd, MPd, menilai, PDS memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa.
“Melibatkan siswa dalam Satuan Penegak Disiplin memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan kepemimpinan,” tuturnya.
Tidak hanya pada diri sendiri, imbuhnya, dari PDS mereka belajar bertanggung jawab terhadap teman-teman dan lingkungan sekolah.
“Dengan adanya pengawasan dari PDS, pelanggaran disiplin bisa berkurang signifikan. Lebih dari itu, mereka tumbuh lebih sadar arti kedisiplinan,” ujarnya.
Ia berjanji akan memberikan peningkatan performance baru bagi PDS dengan seragam/rompi baru yang akan membuat pemakainya kian percaya diri dan berwibawa.
Inilah wajah baru pendidikan karakter di SD Almadany: menanamkan disiplin dengan cara humanis, mendidik, dan membekali anak dengan keterampilan kepemimpinan sejak dini. (*)


