Girimu.Com– Kaget setengah tak percaya dirasakan oleh Bening Satria Prawita Diharja, SOr, MPd, setelah namanya terpanggil untuk menerima penghargaan medali emas Guru Berprestasi jenjang SMP/Mts, SMA/SMK/MA pada even Muhammadiyah Education (ME) Award 2026. Event dua tahunan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).
Dengan berjalan penuh semangat dan suka cita ia naik ke atas panggung untuk menerima medali emas kategori Guru Berprestasi di ajang yang diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan siswa Muhammadiyah di Jawa Timur tersebut. Guru PJOk SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik yang sering disapa Pak Bening ini berdiri sejajar di atas panggung kebanggan Dome UMM yang megah bersama dengan keempat orang guru peraih medali emas lainnya: Gayuh Risdian Saputro, MPd asal SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Silwana Mumthazah, SSi, MPd, Gr asal SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Laily Fitriani, MPd asal SMK Muhammadiyah 1 Lumajang, dan Terry Anggia Putri Perdana, SSi asal SMA Muhammadiyah 1 Gresik.
Berangkat pukul 05.00 WIB dari Gresik bersama rombongan yang terdiri atas empat siswa dan empat guru, ia hanya membawa bekal nothing to lose dalam mengikuti kegiatan tersebut. Berbekal power point yang ia desain sedemikian rupa dengan runtut dan terstruktur ia berusaha, bahwa apa yang ia lakukan merupakan sebuah proses pengembangan kompetensi yang ia lakukan di sekolah.
Dengan langkah yang mantap memasuki ruangan 525 gedung kuliah bersama (GKB) 3 lantai 5, di hadapan Prof Dr Dra Lina Listiana, MKes selaku juri, guru kelahiran Gresik 42 tahun silam tersebut berhasil meyakinkan, bahwa kualifikasi akademik yang dimiliki, prestasi akademik dan non-akademik yang diraih, karya tulis pengembangan guru dan siswa yang dijadikan praktik baik, keikutsertaan organisasi profesi hingga keaktifannya dipersyarikatan memang benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan mantan atletsepak bola Persibo Bojonegoro tersebut turut diapresiasi oleh teman sejawatnya yang juga hadir membersamai di kegiatan rutin dua tahunan tersebut. Menurut Bustanul Arifin, ST, teman sejawatnya, apa yang diraih oleh Pak Bening merupakan buah dari proses dan kerja keras yang dilakukan selama mengajar di sekolah. Terobosan dan pembaruan dalam proses pembelajaran ketika membersamai siswa dan peningkatan kompetensi yang dilakukan secara rutin dan konsisten tersebut membawanya sampai ke atas panggung ME Award 2026.
“Semoga prestasi yang diraih tidak saja bermanfaat bagi dirinya serta inspirasi bagi siswa, namun juga berdampak positif bagi persyarikatan terutama di SMP Muhammadiyah 1 Gresik,” ujar guru yang pada even ME Award tahun 2026 ini juga meraih medali perak pada lomba Media Pembelajaran Digital.
Sebagai informasi, Ajang ME Awards 2026 yang dilaksanakan di Dome UMM ini diikuti oleh ribuan peserta dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA Muhammadiyah yang ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Bali. Dengan mengusung tema The Rise of Muhammadiyah Youth For Future Leader ajang dua tahunan ini terus menjadi wadah unjuk kebolehan, kreativitas, dan inovasi bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
Dalam sambutan penutupan yang disampaikan oleh Dr Hidayatullah MSi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) di depan ribuan peserta, kompetisi semacam ME Award ini tidak boleh sampai berhenti di sini saja, tapi harus ada pengembangan yang lebih setelah kegiatan ini dilakukan. Kemudian, untuk prestasi yang diraih oleh setiap individu juga tidak boleh berpuas diri, namun semakin terpacu untuk belajar dan meningkatkan kompetensi dasar yang dimiliki dengan konsisten dan disiplin yang tinggi. Lebih dari itu, lembaga pendidikan, terutama sekolah Muhammadiyah harus mampu bersaing dengan sekolah lainnya dengan meningkatkan levelnya melalui kompetisi peningkatan mutu pendidikan. (*)


