Aviari Trapesium SD Almadany: Monyet dan Burung Jadi ‘Guru’ di Sekolah Alam

Reporter: Mahfudz Efendi

Berita Sekolah31 Dilihat

Melangkah masuk ke SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik, Jawa Timur, pandangan langsung tertuju pada sebuah bangunan berkawat berbentuk trapesium di seberang kantor. Bukan cuma hiasan, struktur seluas 40,8 meter persegi itu adalah aviari raksasa, jantung dari upaya sekolah menguatkan konsep belajar langsung dari alam, tempat aneka satwa kini jadi ‘guru’ bagi para murid.

Penggagas awalnya adalah ketua Dikdasmen Supriyono, guna melengkapi sarana prasarana sekolah alam, kata Mustaqim, bendahara Dikdasmen dan PNF Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedanyang, di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (9/8/2026). Mustaqim menyebut lokasi aviari dipilih agar bisa dilihat langsung saat memasuki halaman sekolah.

Di dalamnya, pohon pule dan belimbing tumbuh rimbun, menambah asri suasana. Aviari ini memisahkan dua gedung sekolah, yakni gedung Amanullah Adnan di timur dan gedung Banun Mansur di barat. Bangunan trapesium itu punya sisi alas sejajar panjang 7 meter dan 6,6 meter, dengan tinggi 6,2 meter, serta tinggi bangunan total 6 meter.

Saat ini, aviari menampung aneka burung, momon (monyet ekor panjang), dan luwak. Keduanya dimasukkan ke aviari untuk keamanan bagi pengunjung, terutama momon yang bertingkah jika merasa terganggu, imbuh Mustaqim.

Mustaqim berharap aviari kelak terisi burung-burung menarik. Saat ini, baru ada beberapa burung puter, satu jalak hitam, dan tiga ayam mutiara. Ia juga berharap ada sumbangan jenis burung bagus dan menarik.

Aviari ini melengkapi mini zoo SD Almadany yang juga baru saja menambah kandang kelinci berukuran 6 x 2 meter. Kini, koleksi satwa mini zoo sekolah ini cukup beragam: monyet ekor panjang, kelinci, marmut, ayam mutiara, ayam petelur dan pedaging, burung jalak hitam, burung puter, burung dara, iguana, ikan lele, ikan mas, kura-kura, dan ayam hias.

Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, berharap mini zoo ini semakin menguatkan konsep belajar langsung dari alam. Melibatkan siswa sepenuhnya, partisipatif, siswa ikut merawat, meneliti, mengamati, dan mengelola, serta belajar lewat pengalaman nyata, harap Lilik.

Editor