Antisipasi Dini, Siswa SD Almadany Diperkenalkan Bahaya Narkotika dan Tertib Berlalu Lintas

Reporter: Dwi Sarayustisia

Berita Sekolah54 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SD Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik diisi dengan pengenalan bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) oleh aparat kepolisian dari Mapolsek Kebomas, Kamis (16/7/2026). Selain itu, siswa juga mendapat bimbingan keselamatan berlalu lintas dalam berkendara di jalan.

Dua aparat kepolisian dari Polsek Kebomas itu adalah Aiptu April Yanto, Kanit Bintibsos Satbinmas dan Bripka Misbahul Huda, Kanit Polmas Satbinmas. Murid baru (kelas 1) SD Almadany nampak begitu khidmat dalam menerima paparan yang berlangsung di ruang kelas 1 Serayu itu. Bagi para siswa, materi yang disampaikan, terutama terkait bahaya Napza merupakan hal baru. Meski demikian, dari penjelasan yang mereka terima, apa yang disampaikan merupakan informasi yang dinilai sangat bermanfaat, terutama dalam pencegahan secara dini bahaya barang haram tersebut.

Kepada para siswa, Aiptu April Yanto, yang biasa disapa Pak April itu mengingatkan agar mereka berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal, meski akan memberikan sesuatu, misalnya permen. Diceritakan, dalam banyak kejadian, tak jarang jajanan permen yang diberikan itu mengandung bahan narkotika yang membahayakan bagi kesehatan.

Karena itu, ia mengajak seluruh siswa untuk menjauhi Napza serta berani mengatakan ‘tidak’ jika ada orang yang mengajak melakukan hal yang salah. Pak April menjelaskan, banyak zat adiktif yang ditemukan pada permen dan vape yang biasa dikonsumsi anak-anak.

“Saat ini BNN (Badan Narkotika Nasional, Red) gencar memberantas vape yang mengandung narkotika. Selain itu, sebagai orang tua dan guru, harus memperhatikan keselamatan anak dari bahaya permen yang mengandung narkotika,” ujarnya memberikan peringatan.

Tentang bahaya akibat penggunaan Napza bagi kesehatan, Pak April menyampaikan hal-hal berikut:
1. Dapat merusak kesehatan;
2. Merusak otak;
3. Menyebabkan ketergantungan;
4. Merusak emosi;
5. Merusak masa depan; dan
6. Merugikan lingkungan.

Selanjutnya, Bripka Misbahul Huda atau yang biasa akrab disapa Pak Huda ini, mengajak siswa pentingnya penggunaan helm saat berkendara. Pada kesempatan tersebut, ia juga menunjukkan alat peraga rambu-rambu lalu lintas yang mesti ditaati para pengendara kendaraan.

Suasana menjadi meriah ketika pak Huda membuka kuis tentang rambu-rambu lalu lintas. Para siswa pun nampak sangat antusias menjawab pertanyaan mengenai arti berbagai rambu, seperti rambu berhenti, penyeberangan, juga batas kecepatan. Suasana menjadi semakin meriah, karena peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah.

“Aku senang, karena aku bisa menjawab pertanyaan dari Pak Huda dan aku dapat hadiah,” ujar Adzkiya, salah satu murid kelas 1 Kapuas.

Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh pengetahuan baru tentang pentingnya hidup sehat tanpa Napza serta memahami aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kegiatan berlangsung dengan lancar, menyenangkan, dan penuh semangat. Seusai acara, para siswa berfoto bersama narasumber.

Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi bahaya Napza dan larangan menerima permen atau benda apa pun dari orang asing berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Suasana menjadi meriah karena adanya kuis yang diberikan,” ujar Endang Sriwahyuni, Ketua Pelaksana MPLS 2026. (*)

Editor