Belajar Mandiri dan Kerja Sama, Siswa SD MUDRI Masak Nasi Goreng saat Kegiatan Hizbul Wathan

GIRIMU.COM –Pelajaran Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD MUDRI) Gresik berlangsung meriah saat praktik memasak nasi goreng sebagai bagian survival skill. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/2/2026) di halaman SD Mudri, yang diikuti oleh siswa kelas 4 hingga 6 dan terbagi dalam sejumlah regu.

Sebelum memulai praktik, setiap regu berbaris untuk mengikuti apel. Apel dipimpin oleh Ramanda Nurul Khusaini atau yang biasa dikenal dengan Ramanda Pepy selaku Pembina Hizbul Wathan di SD MUDRI. Apel tersebut dilangsungkan untuk menyiapkan anggota regu, dan memberiKAN pemahaman tentang apa yang hendak mereka lakukan pada pagi hari itu.

“Kalian nanti tidak sedang lomba memasak, tetapi sedang belajar bagaimana bekerja sama antarkelompok, sehingga dapat membuat regu semakin solid,” Tutur Nurul Khusaini di hadapan para siswa.

Memasak termasuk keterampilan dasar, karena dapat membantu seseorang bertahan hidup secara mandiri. Selain itu, memasak juga dapat melatih siswa untuk mandiri dan terampil dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, yaitu makan. Pada praktiknya, setiap anggota regu harus membagi peran serta tugas yang harus mereka jalani bersama untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini tentunya siswa akan banyak belajar bekerjasama, mendahulukan kepentingan bersama, serta melatih tanggung jawab.

Tak sekadar memasak, siswa lebih dulu harus belajar menyalakan api dan menjaganya agar tak cepat padam. Jika di rumah mereka terbiasa menggunakan kompor dan gas, di sekolah mereka diajari bagaimana cara membuat tungku masak dari kayu dan korek.

Beberapa regu mengalami kendala karena api tidak kunjung menyala, hingga harus mencari jalan keluar lainnya. Entah itu menggunakan tisu, kertas hingga kayu disiram dengan minyak goreng. Beruntungnya turut hadir juga siswa siswi SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (SPEMIA) yang sigap membantu regu yang mengalami kesulitan. Mereka bergotong royong, saling memandu dan memberikan arahan.

Setelah api melahap ranting-ranting, barulah para siswa menaruh wajan di atas tatakan paving untuk mulai menggoreng telur. Beberapa siswa yang tidak terbiasa memasak dengan kayu bakar merasa kesulitan karena banyaknya asap yang mengaburkan penglihatan mereka. Melalui situasi tak biasa seperti ini, para siswa diharapkan tetap berani mencoba dan pantang mundur.

“Meski mata rasanya perih dan sulit melihat tapi akhirnya aku bisa menceplok telur mata sapi yang bagus,” ucap Muhammad Azzam Wijaya, siswa kelas 4 Umar Bin Khattab merasa bangga.

Nasi goreng dipilih menjadi menu masakan karena merupakan makanan khas Indonesia yang praktis dan dapat dibuat dari bahan-bahan sederhana. Pada pertemuan sebelumnya para siswa telah diberi daftar alat dan bahan yang harus dibawa pada pertemuan kali ini. Anggota tiap regu telah berdiskusi bersama untuk menyiapkan alat dan bahan dari rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kendala yang bisa saja terjadi pada tiap regu.

Sembari memasak nasi goreng, beberapa siswa mengerjakan pekerjaan lainnya seperti menyuplai ranting, memotong bahan, serta menata hiasan di atas piring. Pemandangan positif ini menjadi hal yang sangat membanggakan bagi warga sekolah. Jika biasanya belajar bekerjasama sering terjadi di kelas, kali ini tampak nyata memenuhi sudut-sudut halaman sekolah.

Pembelajaran tersebut berlangsung selama satu jam. Satu persatu kelompok menyelesaikan tugasnya, dan segera menghias sepiring nasi goreng yang hendak diberikan kepada guru-guru untuk di nilai. Semua siswa berseru kegirangan setelah berhasil menuntaskan masakannya, tak sabar melihat respon para guru yang memakan masakannya.

Tak selesai sampai situ, setelah menghias setiap regu harus membersihkan tempatnya yang digunakan untuk memasak. Lagi lagi mereka mendapat banyak pembelajaran soal bertanggung jawab. Setelahnya mereka dapat menikmati nasi goreng karya mereka bersama-sama di kelas maupun kantin.

Alhamdulillah, bangga sekali melihat anak-anak belajar memasak nasi goreng sendiri. Tampilannya sangat cantik dan menggugah selera, untuk rasanya pun enak. Yang terpenting dalam kegiatan ini mereka bisa belajar mandiri serta bekerjasama,” ungkap Delima Permata Dilamsari, Wali Kelas 4 Umar Bin Khattab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga dapat mengembangkan sikap mandiri, bekerja sama, dan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. (*)

Kontributor: Melan Damayanti

Author