Putihkan Kawasan Masjid Ahmad Dahlan Sidayu, 128 Calon “Jamaah Haji” Khidmat Merindu Baitullah

GIRIMU.COM — Suasana di sekitar Masjid Ahmad Dahlan, Sidayu, Gresik nampak berbeda pada Kamis (12/2/2026) pagi. Tidak ada seragam merah putih, khas milik siswa SD yang biasanya terlihat.

Sejauh mata memandang, area masjid justru “dikepung” oleh kain ihram serba putih yang dikenakan dengan anggun oleh 128 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Al Islam Cerme, Gresik. Gema talbiyahLabbbaikallahumma labbaik…” menyelinap di antara celah udara, menciptakan atmosfer spiritual yang cukup kental. Hari itu, mereka tidak sedang duduk di balik meja kelas, melainkan sedang menjemput mimpi menuju Tanah Suci melalui simulasi manasik haji.

Bukan sekadar simulasi biasa, kegiatan outing class ini dipandu langsung oleh para mentor berpengalaman dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidayu. Di antaranya Nur Fadhilah, Masluailik, dan Ilya Hasanah, turun tangan membimbing langkah demi langkah para siswa. Bimbingan itu, mulai dari cara mengenakan kain ihram yang benar —sebuah tantangan tersendiri bagi para siswa laki-laki– hingga tata cara melempar jumroh di “Jamarat” yang dilakukan dengan penuh semangat. Para siswa diajak menyelami setiap rukun haji, mulai dari:
* Wukuf di Arafah: Menghayati diam dan doa.
* Mabit: Simulasi bermalam untuk memantapkan niat.
* Thawaf dan Sa’i: Mengelilingi miniatur Ka’bah dan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah.

Bagi SD Al Islam Cerme, pembelajaran syariat paling efektif adalah melalui pengalaman fisik dan mental secara langsung. Tujuannya jelas: menanamkan karakter religius sejak dini.

“Semoga simulasi ini menjadi doa agar kelak kami benar-benar bisa berangkat ke Mekkah,” ungkap Aqilah Meyda, siswi kelas 6 yang nampak khidmat mengikuti setiap prosesi.

Wajah-wajah serius, namun antusias itu menjadi bukti, bahwa kerinduan terhadap Baitullah bisa dipupuk sejak masa sekolah. Kolaborasi apik antara sekolah dan PCA Sidayu ini membuktikan, bahwa pendidikan agama bukan hanya soal menghafal teks, tapi soal merasakan kehadiran ibadah itu sendiri dalam gerak dan doa. (*)

Kontributor: Mardiyana Zulifah

Author