Dapur MBG Buka Rahasia: Menyibak Isu Miring Makan Bergizi Gratis, Senyum Wali Murid dan Surat Cinta Para Bocah

Reporter: Mahfudz Efendi

Kabar2593 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com – Keresahan bergulir di antara orang tua murid, menyusul desas-desus tak sedap soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menjawab kecemasan itu, tim Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prambangan langsung turun gunung ke SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik, Rabu (13/5/2026) siang, menjernihkan kabut informasi yang beredar.

Kedatangan empat punggawa SPPG Prambangan, Fakhriansyah sang Kepala SPPG, Agus Budiono Asisten Lapangan, Desi Resnayanti bagian Admin, serta Alimah dari Divisi Umum, disambut hangat oleh perwakilan wali murid dari setiap kelas dan pengurus Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Almadany. Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, menyambut baik inisiatif ini. “Kehadiran bapak ibu ini, dapat menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran dengan berita-berita miring terkait MBG,” ujarnya lugas.

Fakhriansyah dan Agus Budiono kemudian membeberkan berbagai kebijakan dan seluk-beluk program MBG serta keberadaan SPPG Prambangan. Agus mengawali penjelasannya dengan kesan pertama yang membekas. “Saat pertama kali datang ke sekolah ini, kalimat pertama yang saya sampaikan ke teman yang mendampingi waktu itu, SD ini keren banget,” ungkapnya.

Ia menegaskan, program MBG dibiayai dari pajak rakyat, sehingga kehati-hatian dalam penggunaan dananya menjadi prioritas utama. Pihak SPPG, mulai dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, Chef (yang ketiganya ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional), hingga 37 kru dapur SPPG Prambangan, berkomitmen penuh menjaga mutu, kualitas, dan keamanan makanan yang disajikan. “Kami semua mulai dari Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Chief (ditunjuk atas penugasan BGN) tentu harus melihat dan berhati-hati dengan adanya kejadian tidak diinginkan dalam kasus MBG,” sambung Fakhriansyah.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, dengan enam wali murid dan satu guru mengajukan pertanyaan. Penjelasan dari pihak SPPG berhasil membuka kepercayaan dan menumbuhkan perhatian dari para wali murid.

Terkait pendistribusian, SPPG menjelaskan bahwa MBG disalurkan lima hari kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Waktu pengiriman disesuaikan dengan kesepakatan antara SPPG dan pihak sekolah.

Kebersihan dan sanitasi alat serta bahan menjadi fokus utama. SPPG menjamin penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap lini bagian produksi. “Bahkan kami mempersilakan orang tua datang ke SPPG untuk melihat langsung proses produksi dan alat,” tandasnya.

SPPG Prambangan juga mengimbau agar penanggung jawab (PIC) sekolah yang ditunjuk memanfaatkan sarana komunikasi di grup WhatsApp. Utamanya, saat terjadi insiden tak diinginkan, peran cepat dari PIC sekolah menghubungi SPPG sangat krusial agar penanganan segera dilakukan. Dalam kasus demikian, pihak SPPG akan melibatkan RSUD Ibnu Sina dan Kepolisian yang sudah terafiliasi kerja sama.

Namun, tak semua cerita berkutat pada isu dan prosedur. Ada secuil kisah manis dari para penerima manfaat. Saat ditanya mengenai adanya lembaran berisi permintaan dan ucapan dari murid-murid, pihak SPPG membenarkan. “Tidak hanya selembar dua lembar, ada setumpuk lembaran berisi permintaan dan kesan saat makan MBG,” ungkap Agus.

Sebagian besar permintaan berupa menu makanan yang beragam, tentu akan dikondisikan sesuai gizi yang telah ditentukan. Sebuah permohonan khusus, yakni kehadiran susu baru, juga sudah didata oleh SPPG dan dijanjikan akan diwujudkan pada pekan depan.

Editor