Dari Silaturahim ke Transformasi: Pesan Strategis Prof Khozín untuk Kemajuan Muhammadiyah Benjeng

Reporter: Maria Hanim

GIRIMU.COM — Momentum Syawalan dan Halal Bihalal Muhammadiyah di Kecamatan Benjeng, Gresik tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang refleksi dan konsolidasi gerakan. Hal ini nampak dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu (4/4/2026) di Aula SMK Muhammadiyah 2 Benjeng, saat Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr Khozín, MSi, menyampaikan tausiyah yang sarat pesan transformasi organisasi.

Di hadapan para guru, pimpinan amal usaha, dan warga Muhammadiyah, Prof Khozín menegaskan, bahwa silaturahim bukan hanya tradisi pasca-Idulfitri, melainkan fondasi strategis dalam membangun kekuatan kolektif. Ia menggarisbawahi, bahwa hubungan antarmanusia memiliki posisi sejajar dengan ketakwaan, sebagaimana termaktub dalam Surat An-Nisa ayat 1.

“Silaturahim itu bukan pelengkap, tetapi kekuatan utama. Dari situlah lahir kepercayaan dan kemajuan,” ungkapnya.

Lebih jauh, tausiyah tersebut mengarah pada penguatan karakter lembaga pendidikan Muhammadiyah. Prof Khozín menekankan, bahwa identitas ‘bersih dan berkemajuan’ harus diwujudkan secara nyata, tidak hanya dalam tampilan fisik lingkungan sekolah, tetapi juga dalam integritas moral dan pola pikir seluruh warga pendidikan.

Dalam konteks penguatan organisasi, ia juga mengingatkan prinsip ‘3K’ yang menjadi rambu dalam menjaga keberlangsungan persyarikatan, yakni: tidak konflik, tidak korupsi, dan tidak kolot. Prinsip ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong inovasi di tengah tantangan zaman.

Menariknya, kegiatan ini juga menjadi titik tolak dorongan pengembangan potensi lokal. Prof Khozín secara khusus menyoroti pentingnya optimalisasi aset yang dimiliki Muhammadiyah Benjeng sebagai modal kemajuan. Ia juga menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik, serta pemberian apresiasi nyata bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

“Kalau ingin maju, jangan hanya membangun gedung, tapi bangun manusianya. Beri motivasi, beri penghargaan, maka mereka akan tumbuh luar biasa,” pesannya.

Dengan demikian, kegiatan Syawalan ini tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan Muhammadiyah Benjeng menuju organisasi yang lebih progresif, profesional, dan berdaya saing. (*)

 

Editor