Girimu.com — Ahad pagi itu, di Masjid At-Taqwa Giri Kebomas, Gresik, Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas menggelar pengajian yang menguak rahasia menjemput ketinggian derajat dan kemenangan dalam perspektif Islam. Prof Dr KH Thohir Luth, MA, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, membedah kuncinya.
Ia mengawali kajian dengan menukil firman Allah dari Surah At-Taubah ayat 20. “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan,” ujarnya. Ayat ini, kata Prof Thohir, adalah peta menuju derajat tinggi dan kemenangan sejati.
Dari ayat tersebut, Prof Thohir menguraikan tiga syarat utama. Pertama, beriman. Iman, katanya, bukanlah sesuatu yang statis. “Iman bukan sesuatu yang tetap. Ia dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan,” tutur Prof Thohir, yang lahir dari keluarga nelayan di pesisir Flores Timur.
Maka, seorang Muslim, menurutnya, harus senantiasa merawatnya melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh. Syarat kedua, berhijrah. Hijrah, sambungnya, bukan hanya soal perpindahan fisik demi agama atau lingkungan yang lebih baik.
“Hijrah bukan hanya hijrah secara fisik atau berpindah tempat demi menjaga agama atau mencari lingkungan yang lebih baik, tapi juga hijrah qolbiyah dan hijrah amaliyah,” kata pria kelahiran Flores, 7 Agustus 1954 ini. Hijrah qolbiyah adalah pergeseran hati dari cinta maksiat menuju cinta Allah. Sementara hijrah amaliyah berarti berubahnya perilaku dari buruk menuju amal salih.
Ketiga, berjihad fi sabilillah. Prof Thohir menjelaskan, jihad adalah kesungguhan hati yang dilakukan dengan niat ikhlas mencari rida Allah dan menegakkan kebaikan sesuai ajaran Islam. Bentuknya meluas, dari memperbaiki diri, menuntut ilmu, berdakwah, beramal dengan harta, hingga pembelaan yang dibenarkan syariat. Ia menegaskan, jihad tak selalu identik dengan peperangan, melainkan mencakup seluruh upaya taat kepada Allah.
Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2020 dan Wakil Ketua MUI Jatim periode 2020-2025 ini membeberkan cara merawat ketiga pilar ini, yakni istiqamah dalam ibadah, ilmu, dan amal salih. Setiap kali tergelincir, katanya, segeralah berhijrah menuju hidup yang lebih baik. Semua ikhtiar ini adalah bagian dari jihad, bersungguh-sungguh menaati Allah. Dengan begitu, iman akan terus bertumbuh, menjadi bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pengajar Ilmu Hukum Islam di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini menutup kajian dengan kabar gembira dari Surah At-Taubah ayat 21: “Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya.”
Sebelum kajian berlangsung, Muhammad Abidzar Al Ghifari, siswa kelas V Kalimas SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik, membacakan Surah Maryam ayat 30-35 dengan sangat baik, mengawali pengajian pagi itu. (*)









