Girimu.com – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ulul Albab bersama MTs Muhammadiyah 10 Mojopetung, Kecamatan Dukun, Gresik menggelar Khutbah Iftitah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Ahad (19/7/2026) pagi di Aula KH.Ahmad Dahlan TPA Al-Muhajirin Mojopetung. Kegiatan ini menjadi momentum pembukaan tahun ajaran baru sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, pondok pesantren, orang tua, dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul.
Acara dihadiri oleh PCM Dukun, PRM dan PRA Mojopetung, para kepala sekolah di sekitar Mojopetung, dewan guru MTs Muhammadiyah 10 Mojopetung, para asatidz dan asatidzah Pondok Pesantren MBS Ulul Albab, serta wali santri dan wali murid. Selain menjadi pembuka tahun ajaran baru, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan branding sekolah dan pondok pesantren.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC Ustadz Burhanuddin Alamsyah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Rizam Ali Azhar. Sambutan disampaikan oleh Ustadz Mohammad Ali Irsyad, SAg, dilanjutkan Drs Zakariya, dan Raden Jamal, MFilI, selaku Ketua LP2M PDM Gresik.
Memasuki acara inti, Dr M. Sholihin Fanani, MPSDM, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, menyampaikan materi bertema “Mewujudkan Generasi Qurani, Beradab, dan Berprestasi”. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana mencetak generasi yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan prestasi.
Abah Shol, sapaan akrab Dr M. Sholihin Fanani, mengawali materi dengan menjelaskan kandungan QS At-Taubah ayat 122 tentang pentingnya menuntut ilmu dan QS. An-Nisa ayat 9 sebagai pengingat agar setiap orang tua dan pendidik mempersiapkan generasi yang kuat serta bertakwa. Ia menjelaskan, bahwa hakikat takwa adalah taat kepada Allah sekaligus memiliki rasa takut kepada-Nya, sehingga setiap amal senantiasa berada dalam koridor syariat.
Dalam penyampaiannya, Abah Shol juga menekankan pentingnya membiasakan amalan-amalan yang menjadi keistimewaan hidup seorang Muslim, yaitu gemar mengaji, melaksanakan salat tahajud, dan menjaga salat berjamaah sebagai fondasi pembentukan karakter generasi Qurani.
Selain itu, ia mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali tentang lima cara emas mendidik anak, yaitu tidak membiasakan anak dengan makanan yang terlalu mewah agar tidak hanya berorientasi pada kenikmatan dunia, tidak membiasakan tempat tidur yang terlalu nyaman agar semangat beribadah tetap terjaga, tidak memanjakan anak dengan pakaian yang berlebihan agar terhindar dari sifat sombong. Selain itu, tidak selalu memenuhi setiap keinginan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, serta tidak menghukum anak di depan umum agar harga diri dan semangat belajarnya tetap terpelihara.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah, pondok pesantren, dan orang tua dalam membina peserta didik. Dengan berlandaskan nilai-nilai Al-Quran, adab, dan semangat berprestasi, Pondok Pesantren MBS Ulul Albab dan MTs Muhammadiyah 10 Mojopetung optimistis dapat mewujudkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)







