Hari Ketiga MPLS, SD Muwri Gelar Pemetaan Bacaan Al-Quran bagi Murid Baru

Reporter: Rahmat Syayid Syuhur

Berita Sekolah106 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik menggelar kegiatan pemetaan kemampuan membaca Al-Quran bagi seluruh murid baru Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan para munaqis dari Ummi Foundation Umda Gresik sebagai tim penguji untuk mengetahui kemampuan awal setiap peserta didik dalam membaca huruf Al-Quran.

Pemetaan tersebut merupakan salah satu program awal sekolah untuk memperoleh gambaran kemampuan membaca Al-Quran masing-masing murid sebelum mereka mengikuti pembelajaran mengaji secara rutin. Melalui asesmen ini, setiap murid akan dipetakan sesuai tingkat kemampuan bacaan, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga kemampuan membaca Al-Quran dengan tartil.

Koordinator Tahfidz dan Baca Tulis Al Quran, Indarti, SPd menjelaskan, hasil pemetaan akan menjadi dasar dalam menentukan jenjang atau jilid pembelajaran metode Ummi yang sesuai bagi setiap murid. Dengan demikian, proses belajar mengaji dapat berlangsung lebih efektif karena peserta didik belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Melalui pemetaan ini kami ingin mengetahui kemampuan awal setiap anak. Nantinya mereka akan dikelompokkan berdasarkan hasil munaqasyah, sehingga proses pembelajaran Al-Quran menjadi lebih terarah dan tidak disamaratakan,” ujarnya.

Para munaqis dari Ummi Foundation Umda Gresik melakukan penilaian secara individual. Setiap murid dipanggil satu per satu untuk membaca materi yang telah disiapkan. Aspek yang dinilai meliputi pengenalan huruf hijaiyah, kelancaran membaca, ketepatan makharijul huruf, panjang pendek bacaan, hingga penerapan kaidah tajwid sesuai standar Metode Ummi.

Suasana pemetaan berlangsung tertib dan kondusif. Meskipun sebagian murid tampak gugup saat mengikuti asesmen, para munaqis tetap memberikan motivasi sehingga anak-anak merasa nyaman dan percaya diri ketika membaca Al-Quran.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Miftakhul Muzdzalifah, SPd., menegaskan, pemetaan kemampuan membaca Al-Quran merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi Qurani. Menurutnya, SD Muwri tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan karakter dan kompetensi keagamaan peserta didik.

“Hasil pemetaan ini menjadi dasar bagi guru Al-Quran dalam menyusun kelompok belajar yang tepat. Dengan begitu perkembangan setiap anak dapat dipantau secara maksimal hingga mencapai standar bacaan Al-Quran yang telah ditetapkan sekolah,” tuturnya.

Ia berharap, melalui pembelajaran yang terstruktur sesuai kemampuan masing-masing, seluruh murid SD Muwri mampu mengalami peningkatan secara bertahap hingga memiliki bacaan Al-Quran yang baik, benar, dan tartil. Program ini juga menjadi salah satu upaya sekolah untuk mewujudkan visi SD Muwri sebagai sekolah Qurani yang melahirkan generasi berakhlak mulia, cinta Al-Quran, serta unggul dalam prestasi akademik maupun nonakademik.

Dengan adanya pemetaan sejak awal tahun pelajaran, SD Muwri optimistis, bahwa proses pembelajaran Al-Quran akan berjalan lebih efektif. Setiap murid memperoleh layanan yang sesuai dengan tingkat kemampuannya sehingga target kompetensi membaca Al-Quran yang menjadi ciri khas sekolah dapat tercapai secara optimal. (*)

 

Editor