IGABA Gresik Ambil Langkah Nyata, Wujudkan Pembelajaran Digital Interaktif di Satuan PAUD Aisyiyah

Reporter: Luthfi Dyah Radintari

Girimu.com — Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, telah dilaksanakan kegiatan Implementasi Rencana Tindak Lanjut Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD dengan tema “Mewujudkan Satuan PAUD Aisyiyah Berbasis Teknologi”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Gresik pada Senin (4/5/2026) di TK Aisyiyah 01 Gresik.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Eulis Su’adah, SAg, MPdI dan Ayu Mira, ST, SPd. Dalam pemaparannya, Eulis menyampaikan, di era digital saat ini, sumber belajar sangat beragam dan tidak terbatas pada buku saja. Sumber belajar dapat berasal dari buku cerita, lingkungan sekitar, papan interaktif digital, laptop, hingga berbagai media digital lainnya. Anak-anak di era digital, lanjutnya, memiliki peluang besar untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar mereka.

Dikatakan, salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam digitalisasi pembelajaran adalah hadirnya Ruang Murid, yaitu platform pembelajaran digital gratis dari Kemendikdasmen Indonesia yang dapat diakses melalui laman Rumah Pendidikan. Platform ini dirancang untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan menyenangkan bagi peserta didik mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Ruang Murid, tambahnya, menyediakan lebih dari 1.800 materi pembelajaran, laboratorium maya, gim edukasi, serta latihan soal yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran mandiri maupun daring. Selain itu, pembaruan konten dilakukan secara berkala setiap tanggal 25. Platform ini juga dapat diintegrasikan ke dalam modul ajar sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Ayu Mira menekankan, bahwa anak-anak saat ini tumbuh di tengah era digital. Oleh karena itu, pemanfaatan konten digital dalam pembelajaran perlu dipandang sebagai pendukung pengalaman bermain anak, bukan sebagai pengganti aktivitas bermain itu sendiri. Ia juga menegaskan, interaksi antara guru dan peserta didik tetap menjadi hal utama, sedangkan layar hanyalah sebagai media bantu. Penggunaan media digital pun harus dilakukan dengan pendampingan dari guru maupun orang dewasa agar tetap aman dan tepat guna.

Tidak hanya menerima materi, para peserta yang merupakan perwakilan pendidik dari KB dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik juga diajak untuk melakukan praktik langsung. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi sepuluh kelompok untuk menyusun modul ajar yang mengintegrasikan sumber belajar berbasis konten digital. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas dan inovasi terbaik mereka dalam merancang pembelajaran yang menarik dan relevan.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias. Masing-masing kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil praktik di hadapan peserta lainnya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta terhadap digitalisasi pembelajaran, tetapi juga mendorong kolaborasi, kreativitas, serta kesiapan pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan satuan PAUD Aisyiyah semakin siap dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi yang tetap mengedepankan nilai-nilai pendidikan anak usia dini yang holistik dan menyenangkan. (*)

 

Editor