ebanyak 52 siswa kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) selama dua hari, Senin hingga Selasa (27–28/4/2026). Ujian ini menjadi indikator penting untuk mengukur kompetensi lulusan di tingkat sekolah dasar.
Pelaksanaan TKA dilakukan berbasis komputer (computer-based test/CBT) dan dipusatkan di ruang kelas VI Ibnu Al-Haytham. Seluruh peserta mengikuti ujian secara bergantian dalam tiga sesi setiap hari, dimulai pukul 07.00 hingga 13.15 WIB.
Setiap sesi berlangsung selama 105 menit, dengan rincian 10 menit latihan soal, 75 menit pengerjaan soal utama sesuai mata pelajaran, dan 20 menit pengisian survei karakter. Pada hari pertama, siswa mengerjakan mata pelajaran Matematika, sedangkan hari kedua Bahasa Indonesia. Kedua mata pelajaran ini menjadi fokus utama dalam pengukuran numerasi dan literasi.
Sebelum ujian dimulai, siswa terlebih dahulu melaksanakan salat Duha, dilanjutkan doa bersama dan motivasi dari guru. Pola ini diterapkan untuk menjaga kesiapan mental siswa sekaligus memastikan transisi antarsesi berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, menekankan pentingnya keseriusan dalam mengerjakan soal.
“Kerjakan dengan sungguh-sungguh dan jangan meremehkan soal. Meski berbentuk pilihan ganda, terdapat beberapa variasi tipe soal yang membutuhkan ketelitian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TKA merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. Hasilnya digunakan sebagai data diagnostik bagi sekolah, rapor mutu pemerintah daerah, serta referensi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP.
Wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Maulidyah Firdausi, menambahkan bahwa kesiapan siswa dibangun melalui program pembinaan intensif sejak awal tahun ajaran.
Sekolah telah menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pengayaan materi, dua kali try out bersama Forum Guru Muhammadiyah Jawa Timur, try out eksternal, hingga simulasi atau gladi bersih sebelum pelaksanaan TKA.
Salah satu peserta, Deswita Ayu Putri, mengaku lebih percaya diri menghadapi ujian.
“Materinya terasa lebih mudah dibandingkan saat try out. Latihan rutin dan dukungan guru serta orang tua sangat membantu,” katanya.
Melalui pelaksanaan TKA yang terstruktur, SD Almadany menargetkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Empat SD di Gresik Tidak Ikut TKA
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mencatat terdapat empat sekolah dasar yang tidak mengikuti TKA 2026. Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dispendik Gresik, Sunikan, menyebut hal tersebut bukan disebabkan kendala teknis.
“Sekolah-sekolah tersebut merupakan lembaga yang masih baru dan belum memiliki siswa kelas VI,” jelasnya.
Berdasarkan data Dispendik, dari total 467 SD di Gresik yang terdiri dari 389 sekolah negeri dan 78 swasta, empat sekolah yang belum mengikuti TKA yakni SD NU An-Nur (Sangkapura/Bawean), SD Insar Mulia (Menganti), SD Al Furqon 3 (Driyorejo), dan SD Islam Subulussalam (Wringinanom).
