girimu.com – Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik memperkenalkan Tenun Ikat Wedani dalam pertemuan periodik ke-X PDA. Acara sosialisasi ini berlangsung di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Minggu, 1 Februari 2026.
Sosialisasi ini dipimpin oleh Dzurrotul Masduqoh, yang berhasil membawa Tenun Ikat Wedani sebagai salah satu cagar budaya tak benda hingga meraih juara harapan 2 dalam ajang Festival Seni Budaya Aisyiyah (Fesiba) 2025 tingkat nasional.
Dzurrotul, yang akrab disapa Bu Dzurro, mengungkapkan bahwa awalnya ia sempat kesulitan memadatkan data penelitian menjadi hanya delapan halaman dalam karya tulis ilmiahnya (KTI). Dalam KTI berjudul “Karya Tulis Ilmiah Tenun Ikat Wedani: Warisan Budaya, Pemberdayaan Perempuan dan Revitalisasi Ekonomi Kreatif”, ia menekankan bahwa Tenun Ikat Wedani di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki nilai historis, simbolis, dan sosial ekonomi, khususnya bagi perempuan desa.
Keunikan Tenun Ikat Wedani terletak pada proses produksinya yang masih manual dengan menggunakan alat tradisional yang disebut gedogan.
“Sedangkan dari segi tantangan yaitu harga kain Wedani yang relatif mahal dan tantangan regenerasi karena kebanyakan generasi sekarang kurang berminat untuk terjun dalam produksi tenun,” lanjut Dzurrotul.Dalam penutup sosialisasinya, ia menyampaikan beberapa saran strategis:
Untuk Pemerintah diharapkan mampu memberi insentif fiskal, melatih branding digital, serta menetapkan Wedani sebagai aset ekonomi kreatif unggulan Gresik.
Untuk generasi muda diharapkan mampu mengembangkan kreativitas desain tanpa meninggalkan teknik tradisional.
Untuk masyarakat dapat menumbuhkan kebanggaan kolektif atas Wedani sebagai identitas kultural Gresik.
Dewi Musdalifah, pengurus LBSO PDA Kabupaten Gresik sekaligus pembimbing dalam penulisan KTI tersebut, berharap agar Desa Wedani, Kecamatan Cerme, dapat dijadikan sebagai desa budaya. Hal ini mengingat faktor ekonomi luar biasa yang dimiliki oleh tenun ikat tersebut.
“Salah satu solusi agar tenun ikat Wedani ini semakin berkembang dan dikenal terutama oleh masyarakat Gresik sendiri yaitu dengan peragaan busana (show fashion) sehingga nanti misal ada tamu undangan untuk acara-acara tertentu PDA bisa diarahkan untuk membeli tenun ikat Wedani sebagai upaya bentuk dukungan,” ujar Dewi Musdalifah.Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 14.30 WIB tersebut diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada para peserta yang berhasil mengikuti seleksi lomba Fesiba hingga tingkat Provinsi.





