Girimu.com — Seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik berkumpul di Ruang CAC (Cooding and AI Center), Senin (6/7/2026). Ini mereka lakukan untuk melaksanakan kegiatan rutin mengaji bersama dan sharing ilmu, mengawali kegiatan sebelum menyambut peserta didik tahun ajaran baru.
Aktivitas rutinan ini dumulai dengan membaca doa pagi bersama agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Setelah, dilanjutkan dengan muroja’ah bersama yang dipandu oleh Ustadzah Fihalisa Mughi Tri Alya, SHum, dengan membaca secara bersama Q.S Al Muthaffifin.
Setelah muroja’ah bersama, dilanjutkan dengan sharing ilmu dari Ustadazah Jamilah, SSi, MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang juga sebagai guru Biologi. Ia menyampaikan terkait dengan hal–hal yang terkait dengan Biologi dan juga Al Quran, yakni hewan Semut dan lebah. Kedua hewan tersebut –sebagaimana tercamtun dalam Al Quraan– memiliki keteladanan yang bagus.
”Terkait hewan semut, pasti kita semua langsung teringat dengan kisah Nabi Sulaiman, yang beliau diberikan mukjizat oleh Allah SWT, yaitu dapat berkomunikasi dengan hewan tersebut. Tercatat juga di dalam Al Quran, pelajaran yang bisa kita ambil, bahwa semut adalah hewan yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, selalu menyapa satu dengan lainnya, saling berinteraksi dan suka bekerja sama, serta sangat patuh terhadap perintah ratunya. Semoga dengan kita bisa meneladani sikap baik yang diteladankan dalam kisah semut tersebut,” ujarnya.
Selain semut, lebah juga memiliki keteladanan yang tidak kalah menariknya.
”Hewan lebah juga tercantum di dalam Al-Quran, yaitu pada Surah An Nahl, pada ayat 68 dan 69 yang artinya: Dan, Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ‘Buatlah sarang di gunung–gunung, di pohon–pohon kayu, dan di tempat–tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari segala macam buah–buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu’. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam–macam warnnaya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar–benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir,” jelasnya mengutip ayat Al-Quran.
ditambahkan, dari ayat tersebut dapat dipetik hikmahnya, bahwa sebagai manusia juga harus bisa meng-input atau memasukkan hal–hal yang baik serta mengeluarkan atau berpendapat dengan ucapan atau perilaku yang mencerminkan kebaikan pula.
“Dari cerita kedua hewan tersebut, semoga bermanfaat dan kita manjadi Muslim/Muslimah yang baik,” pungkasnya. (*)







