GIRIMU.COM — Prestasi luar biasa diraih Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di awal tahun 2026 ini. Kampus yag ber-home base di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) ini kembali meretas prestasi dalam peta inovasi pendidikan tinggi Indonesia melalui keberhasilan Biro Pengembangan Prestasi di bawah koordinasi Wakil Rektor III.
Dalam kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, UMG berhasil meraih Juara 1, terbaik untuk kategori Inovasi Layanan Disabilitas dan Inkubasi Prestasi Mahasiswa, mengungguli Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Al-Azhar Indonesia.
Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi penanda kemenangan, tetapi juga cermin keberanian UMG menghadirkan gagasan yang berakar pada nilai kemanusiaan dan kemajuan pendidikan. Plakat prestisius tersebut diterima langsung di kantor Kemendiktisaintek RI oleh Wakil Rektor III UMG, Harunur Rosyid, PhD, Selasa pekan lalu. Saat menerima penghargaan itu, ia didampingi Afakhrul Masub Bakhtiar, Kepala Biro Pengembangan Prestasi Mahasiswa, arsitek utama inovasi prestasi yang mengantarkan UMG menjadi kampus yang memimpin arah perubahan.
Penghargaan bergengsi ini lahir melalui implementasi sebuah pendekatan yang memperlakukan akses pendidikan bukan sebagai fasilitas tambahan, tetapi sebagai hak fundamental setiap individu. UMG membangun ekosistem yang merangkul, memberikan ruang berprestasi bagi mahasiswa untuk memperoleh kesempatan yang setara, merdeka, dan bermartabat.
“Di sisi lain, Inkubasi Talenta Berprestasi (ITB) dalam Rumah Prestasi menjadi elemen unik yang mengangkat UMG di puncak penilaian nasional.,” ujar Harun, sapaan akrab Harunur Rosyid, PhD, Selasa (3/2/2026).
Program ini, lanjut Harun, memadukan pemetaan potensi berbasis teknologi, mentoring lintas disiplin, dan proses inkubasi selama enam bulan yang memberi mahasiswa bukan hanya peluang, tetapi juga arah yang jelas untuk menembus batas dirinya sendiri.
Dengan diterimanya penghargaan tersebut, UMG menegaskan posisinya sebagai kampus visioner, institusi yang tidak hanya merespons perubahan, tetapi menjadi sumber perubahan itu sendiri. Plakat kemenangan tersebut kini menjadi simbol perjalanan transformasi UMG menuju universitas yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada keunggulan talenta mahasiswa.
Harun menambahkan, dari momen bersejarah ini, UMG tidak hanya sedang memenangkan kompetisi, tetapi menyusun masa depan pendidikan tinggi yang lebih manusiawi, lebih aksesibel, dan lebih berprestasi. Optimisme itu tumbuh dari kesadaran, bahwa inovasi yang berakar pada kepedulian akan selalu menemukan jalannya.
“Dan, setiap upaya yang berpihak pada mahasiswa akan membuka pintu menuju masa depan yang lebih terang dan indah,” pungkasnya. (red)







