Mabit Ramadhan Spem Eight Gresik Tanamkan Iman Siswa

Kontributor: Linda Nur Fitria

Girimu.com – Kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) Ramadhan yang digelar SMP Muhammadiyah 8 Gresik (Spem Eight) resmi dibuka pada Senin (2/3/2026) di Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Benjeng. Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Maret 2026 ini diikuti para siswa dengan penuh semangat dalam suasana religius, sebagai upaya menanamkan nilai keimanan sekaligus membentuk karakter islami selama bulan suci Ramadhan.

Sejak pembukaan, para siswa tampak antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Mabit diawali dengan kajian Fiqih Sholat yang disampaikan Ustadz Haris Firmansyah dari SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas). Dalam materinya, siswa diajak memahami pentingnya melaksanakan sholat dengan benar, mulai dari bacaan, gerakan, hingga menjaga kekhusyukan.

Kajian tersebut menjadi bekal bagi siswa agar tidak sekadar menjalankan sholat sebagai rutinitas, tetapi juga memahami makna serta tata cara yang sesuai tuntunan syariat. Dengan pemahaman itu, diharapkan ibadah yang dilakukan para siswa menjadi lebih berkualitas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian menjelang berbuka puasa yang disampaikan Ustadz Suudi dengan tema “Ramadhan Menguatkan Iman, Bukan Hanya Sekadar Menahan Lapar.” Ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Kepala SMP Muhammadiyah 8 Gresik menyampaikan bahwa Mabit Ramadhan merupakan bagian dari program pembinaan karakter siswa. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa mampu memperbaiki ibadah, meningkatkan iman dan ketakwaan, serta belajar hidup mandiri selama berada di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Benjeng, Ustadz Hasbi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Mabit memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar hidup tertib, mandiri, dan terbiasa dengan suasana pesantren.

Salah satu peserta Mabit, Tasya, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan banyak pelajaran, terutama dalam memahami sholat dengan benar dan makna puasa yang lebih mendalam. Selain itu, kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman juga membuat suasana semakin menyenangkan.

Melalui kegiatan Mabit Ramadhan ini, Spem Eight berharap para siswa mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan mandiri.

Author