GIRIMU.COM — Dua siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik mengharumkan nama sekolah dengan menyabet juara tingkat internasional. Keduanya adalah Shafa Azahrah Pahlevi, kelas VIII Helium dan Khalisa Athaya Khansa kelas VIII Erbium, yang meraih sukses di ajang International Future Innovators Challenge (IFIC) 2025, kompetisi rancangan produk yang diikuti oleh 3 negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Pada kompetisi internasional tersebut, Shafa Azahrah Pahlevi sukses meraih Juara I, sementara Khalisa Athaya Khansa bertengger sebagai Juara III. Keduanya berhasil menyisihkan sejumlah peserta di sekolah unggulan yang utusan negara masing-maisng. Selain menjadi ajang bergengsi siswa jenjang SMP, kompetisi tiga negara itu juga diikuti sekolah jenjang SMA.
Kepala Spemdalas Ustadz Yugo Triawanto, MSi menyampaikan rasa syukurnya atas capaian yang diraih anak didiknya yang mengharumkan naam sekolah dan Kabupaten Gresik ini. Apalagi, lanjut Yugo, kompetisi tersebut level internasional. Ia berharap, sukses yang diraih kedua siswa tersebut terus memacu semangat untuk meningkatkan kapasitas mereka, termasuk teman-temannya yang lain.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Semoga prestasi bisa menularkan semangat kepada kita semua,” ujar Ustadz Yugo bangga, saat ditemui pada Sabtu (7/2/2026).
Dihubungi secara terpisah, sang juara Shafa Azahrah Pahlevi mengaku sangat terharu dan senang sekali ketika mendapat email pengumuman hasil lomba yang menyatakan dirinya meraih juara.
”Sangat senang sekali dan terharu, karena banyak sekali peserta yang ikut dan aku menjadi salah satu juaranya. Apalagi hadiah utamanya bisa edutrip ke 5 negra Eropa. Ini seperti mimpi, masya Allah,” ujar Shafa tak kuasa membendung ras gembiranya.
Kompetisi ini merupakan ajang yang sangat bagus, karena proses seleksinya juga ketat. Grand Final sebenarnya dijadwalkan di Kuala Lumpur pada 13 Desember 2025. Namun, karena ada finalis yang terdampak bencana alam, maka diundur pada Januari 2026. Adapun hadiah yang didapatkan yaitu:
– Fully funded edutrip ke 5 negara Eropa;
– Uang tunai jutaan rupiah;
– Inkubator dan pendanaan produk;
– Trophy dan piagam penghargaan.
“Saya, dalam kompetisi ini mengambil sebuah tema “Ecobreathe Dome”, kubah ramah lingkungan penyaring udara. Teknologi yang saya sampaikan sebagai pendukung, bukan pengganti alam. Manfaat yang didapatkan jika kita menggunakan teknologi ini adalah bau asap berkurang dan udara lebih segar,” jelasnya.
Sementara Khalisa Athaya Khansa yang merih juara III membawakan judul ”BASHWRAP”, Banana peels and shrimp seel wrap, yang merupakan wrap berasal dari limbah kulit pisang dan limbah cangkang udang .
”Nah, dalam pembuatan BASHWRAP itu dengan memanfaatkan limbah kulit pisang dan cangkang udang. Karena dalam kulit pisang terdapat isolasi pati kemudian di cangkang udang terdapat isolatin kitosan,” katanya. (*)
Kontributor: Lely Badriyah







