Panggung Pamungkas Spemdalas: Dari Roket Mini hingga Tari Dayak di Gedung Nasional

Reporter : Dina Hanif Mufidah

Berita Sekolah1526 Dilihat
banner 468x60

girimu.com – Panggung Gedung Nasional Indonesia di Gresik riuh rendah pada Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, atau Spemdalas, tumpah ruah merayakan kreativitas mereka dalam FINAL CLASS FESTIVAL 2026, sebuah ajang pamungkas bagi angkatan kelas IX sebelum kelulusan.

Dengan tema “Stage Your Talent, Share Your Passion,” festival ini menjadi etalase ragam karya dan talenta. Sejak siang, para peserta sudah memadati area pameran proyek akhir. Miniatur rumah, mobil remot, alat pengukur kualitas air, hingga roket dan dongkrak hidrolik buatan siswa dipajang, menunjukkan hasil belajar mereka. Di aula utama, videotron menayangkan dokumentasi ujian praktik, menambah semarak suasana.

Acara dibuka secara tak biasa. Kepala sekolah, Yugo Triawanto, menyambut hadirin dengan petikan gitar akustik sambil bernyanyi, sebelum secara simbolis memukul gong tanda festival dimulai. Ketua pelaksana, Eka Ayu Pradiska, menyebut acara ini sebagai wadah apresiasi keterampilan, penguatan karakter, sekaligus momen untuk mempererat kebersamaan.

“Yang paling berkesan adalah kekompakan dan semangat tim dalam melatih pengisi acara, serta dukungan logistik yang cepat dan tanggap,” ujar Eka. Ia berharap ke depan acara bisa digelar di tempat lebih luas agar seluruh siswa, termasuk kelas VII, dapat ikut serta.

Panggung utama pun tak henti menyajikan pertunjukan. Tiga siswa, Qarsafah, Cherryl Azzalea, dan MasRaja Firmansyah, membawakan pidato Bahasa Jawa dengan konsep interaktif dan jenaka. Wali kelas mereka, M. Noor Qomari, mengaku bangga. “Saya melihat mereka sudah percaya diri dan menguasai materi selama latihan. Alhamdulillah, saya ikut bahagia melihat perform mereka,” tuturnya.

Pelatih mereka, Umi Fadhilah, turut mengapresiasi. “Anak-anak tampil percaya diri, kompak, dan mampu menyampaikan pesan dengan baik,” katanya, sambil memberi catatan agar tempo bicara dan pengucapan beberapa kosakata kelak bisa lebih diperjelas.

Suasana kembali meriah saat lantunan Medley Arabic Song menggema. Elifa Maisya Nabila dari kelas IX G mengaku tantangan terbesarnya adalah menciptakan penampilan yang berkesan. “Kami menambahkan koreografi agar penampilan lebih menyenangkan,” ujarnya. Rekannya, Salwa Salsabila, menimpali. Ia sempat ragu dengan kemampuan vokalnya, namun dukungan teman membuatnya berani. “Ketakutan itu wajar, tetapi keberanianlah yang menghilangkan rasa takut tersebut,” ungkapnya.

Salah satu penampil puncak adalah tari kreasi Wonderland Indonesia dari kelas IX H. Tujuh penari, Alicia Putri, Hasya Kirana, Meilanie Putri, Aulia Rifqi, Faza Fatimah, Zielfarah Zayyan, dan Kirana Ralia, tampil memukau setelah berlatih sejak 20 April 2026. “Anak-anak tampil percaya diri dan penuh semangat. Gerakan yang kompak dan ekspresi yang ceria menjadi kebanggaan tersendiri,” kata Desy Suryani, wali kelas mereka.

Bagi para penari, pengalaman ini sangat berharga. Hasya Kirana menjelaskan, tantangan terbesar dalam tari Dayak adalah menjaga keseimbangan gerakan tangan dan kaki. “Saya mengatasinya dengan terus berlatih dan fokus. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kerja sama tim sangat penting,” katanya. Acara ditutup dengan salat Ashar berjamaah, meninggalkan kenangan manis dan bekal percaya diri bagi para siswa yang akan segera lulus.

Editor