Gresik – Teriakan tawa dan senyum bahagia bakal menyambut 67 wajah baru di SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik. Bukan sekadar apel penyambutan, sekolah ini menyiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) lima hari penuh keceriaan, mulai Senin hingga Jumat, 13-17 Juli 2026, dengan konsep ramah anak yang jadi jembatan mulus dari bangku taman kanak-kanak menuju jenjang sekolah dasar.
MPLS ini, kata Nur Muthia Salma, Ketua Panitia MPLS 2026, lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah fase krusial bagi anak-anak untuk beradaptasi, beranjak dari dunia TK yang penuh bermain ke lingkungan sekolah dasar. “Kami ingin menghadirkan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi murid baru. Masa transisi dari TK ke SD merupakan masa adaptasi yang sangat penting. Karena itu, seluruh kegiatan MPLS akan dikemas sebaik mungkin agar anak-anak merasa aman, nyaman, dan bahagia berada di sekolah,” ujar Nur Muthia.
Selama lima hari, para murid akan diajak menyelami setiap sudut sekolah lewat aktivitas interaktif. Mereka akan bersalaman dengan seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan SD Muwri, membangun kedekatan sejak hari pertama. Jelajah fasilitas pun tak luput, dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, UKS, musala, kantin sehat, hingga taman edukasi. Pengenalan dini ini diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri dan mempercepat adaptasi.
Panitia juga meracik beragam permainan edukatif, memadukannya dengan ice breaking, senam ceria, bernyanyi bersama, hingga permainan kelompok. Tak lupa, pengenalan tata tertib sekolah dan pembiasaan karakter Islami turut disisipkan, melatih keberanian dan kerja sama antar siswa. Pendekatan belajar sambil bermain ini diharapkan membuat murid menikmati setiap momen tanpa beban, sekaligus membangun kemandirian, kemampuan komunikasi, dan jalinan persahabatan baru.
Nur Muthia menambahkan, seluruh guru akan bahu-membahu mendampingi peserta, memastikan setiap anak mendapat perhatian penuh, terutama bagi yang masih malu atau belum terbiasa berpisah dengan orang tua. “Kami ingin setiap anak pulang membawa cerita yang menyenangkan tentang sekolahnya. Ketika mereka merasa senang sejak hari pertama, proses belajar berikutnya akan berlangsung lebih mudah karena anak telah memiliki rasa memiliki terhadap sekolah,” imbuhnya.
Miftakhul Muzdzalifah, Kepala SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, menyebut MPLS sebagai fondasi awal pembangunan karakter dan budaya sekolah. Kesan positif di awal adalah modal penting perjalanan pendidikan. “SD Muwri berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan menyenangkan. Kami berharap para murid baru dapat tumbuh menjadi generasi Qurani yang berprestasi, berkarakter, kreatif, peduli, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama,” tutur Miftakhul.
Senada, Mufidatul Latifah, Kepala Urusan Kesiswaan, menegaskan komitmen SD Muwri sebagai sekolah dengan berbagai program unggulan. “MPLS tahun ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak,” jelas Mufidatul, berharap 67 siswa baru itu memasuki SD dengan semangat, percaya diri, dan penuh kegembiraan. Hari-hari pertama di sekolah diharapkan menjadi kenangan indah sekaligus awal perjalanan mereka dalam meraih prestasi dan masa depan gemilang.












