Girimu.com — Menyusul pelaksanaan di Balongpanggang, kegiataan Bakti Guru sesi kedua yang diisinisiasi Lazismuy Gresik berlangsung di Panceng, Gresik, Selasa (28/4/2025). Lokasi yang dipilih: Griya Jenderal Sudirman, Prupuh, Panceng.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengelolaan dana hasil program Amil Cilik pada Ramadan 1447 H. Para pendidik berkumpul untuk menerima penguatan visi dari Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah Pendidikan Non Formal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Dikdasmen PNF PDM) Gresik, M. Fadloli Aziz, SSi, MPd. Sebelum menyampaikan materinya, Fadloli Azis mengucapkan rasa terima kasih kepada para guru yang telah berdedikasi tinggi untuk sekolah.
“Apa yang kita jalani saat ini dengan ikhlas, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua, kelak,” tuturnya.
Dalam arahannya, ia menyampaikan lima karakter yang perlu dimiliki oleh guru Muhammadiyah. Pertama, nilai keimanan dan ke-Islaman dan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan pendidikan,
“Mari kita menata niat, menyakini, bahwa menjadi guru adalah bentuk keimanan kita kepada Allah SWT. Insya Allah apa yang kita dapat tidak hanya di dunia saja tapi di akhirat nanti,” jelasnya.
Kedua, lanjutnya, menjujung tinggi nilai akhlak mulia, yaitu meneladani sifat yang dimiliki Rasulullah (uswatun hasanah) dalam perilaku sehari-hari. Adapun yang ketiga, yaitu karakter berkhidmat dan berkomitmen kepada Muhammadiyah.
Profesional dan kompeten merupakan poin keempat yang disampaikan oleh Fadloli Azis. Bersungguh-sungguh dalam mengajar dan menguasai materi pembelajaran, katanya, merupakan bentuk dari profesional itu sendiri.
“Zaman sekarang semakin berkembang, para siswa bahkan sudah lebih pintar daripada gurunyam. Oleh karena itu, guru harus berkompeten, adaptif, dan terus meng-upgrade diri,” pesannya.
Poin terakhir yang disampaikan adalah berorientasi pada peserta didik dan kemaslahatan. Maksudnya, seorang guru saat mendidik muridnya dilakukan dengan tulus, penuh kasih sayang, lemah lembut, dan peduli terhadap perkembangan siswa.
“Guru tidak hanya mentransfer ilmu semata, tapi spiritual dan moral,” ujarnya. (*)







