Di Balongpanggang, Lazismu Gresik Perkuat Tenaga Pendidik melalui Bakti Guru Berkemajuan

Reporter: Dyah Faridatun N.H.

banner 468x60

Girimu.com — Kursi yang semula kosong mulai terisi penuh ketika jarum jam mengarah ke angka 10. Pagi itu, Senin (27/4/2026) di Aula Waroeng Aznia, Balongpanggang, Lazismu Gresik menggelar kegiatan Bakti Guru dengan tema Pembekalan dan Penguatan Guru Berkemajuan. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan poros peran guru dalam mencerdaskan bangsa.

Dalam sesi materi, Bendahara Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Suwarno, MPd, menekankan pentingnya seorang guru untuk memiliki integritas, tekad, dan komitmen yang kuat. Menurutnya, pemahaman mengenai konteks berkemajuan adalah kunci utama bagi guru Muhammadiyah.

“Implementasinya bisa dilakukan dengan cara pengembangan diri lewat pelatihan, serta menerapkan metode mengajar yang variatif di kelas,” ujar Suwarno.

Suwarno menyampaikan, bahwa ada 8 pesan bagi guru Muhammadiyah untuk menjadi pendidik yang berkemajuan yang mencemarkan filosofi pendidikan KH Ahmad Dahlan. Salah satunya adalah mengintegrasikan ilmu dan iman.

“Memahami, bahwa dalam ajaran Islam, bekerja itu bernilai ibadah. luruskan niat, bukan semata-mata karena gaji tapi nilai ibadah itu sendiri. Maka, beban pekerjaan saat mengajar akan terasa lebih ringan,” pesannya.

Program Bakti Guru ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana dari program Amil Cilik pada Ramadan 1447 H. Program ini turunan dari Filantropi Cilik dengan tujuan mengajarkan anak untuk mengimplementasikan zakat fitrah.

Sistem yang dibangun adalah subsidi silang, sekolah dengan penghimpunan dana besar memberikan dukungan kepada sekolah yang penghimpunannya masih relatif kecil. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan di lingkungan pendidikan.

“Infak tidak menunggu kaya. Seorang Muslim itu ibarat seperti tubuh. Jika ada bagian yang sakit, maka semua ikut merasakan. Jika program ini berhasil dan merata, maka ketimpangan seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa depan,” pungkas Suwarno. (*)

 

Editor