GIRIMU.COM — Setelah menunggu 15 hari sejak Jumat (23/1/2026) lalu, praktik pembuatan telur asin yang dilakukan murid kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik membuahkan hasil pada Jumat (6/2/2026). Tak sia-sia, “pesta” menikmati telur asin hasil karya mereka pun digelar dalam sesi makan bersama di kebun sekolah.
Proses pematangan telur asin itu setelah disimpan dalam larutan bubur bata merah yang dicampur garam selama hampir 15 hari, dan Jumat hari ini mereka pun memanen hasilnya. Semua murid secara bergotong-royong membagi tugas dalam beberapa kelompok. Ada kelompok yang mengelupas lapisan bubur baru bata, ada yang bertugas membersihkan sisa-sisa lapisan dengan air, ada pula yang menyiapkan kompor dan membersihkan panci tempat merebus telur.
Selain itu, juga ada kelompok yang bertugas membersihkan wadah perendaman telur dan membersihkanbya, serta membuang sisa lapisan batu bata dan sampah lainnya. Telur yang sudah bersih kemudian direbus hingga matang dalam panci selama kurang lebih 20 menit. Setelah matang, cankang telur pun dibuka.
“Alhamdulillah, telurku masir (warna kuning telur nampak oranye terang dan tidak kusam), Tadz,” teriak Aisyah Kamila Putri Ahsan begitu menyaksikan hasil telurnya.
Di kejauhan nampak Prabu Biru Lelaki Muhammad berteriak, bahwa telur asinnya memiliki kuning telur yang berada tepat di bagian tengahnya. Surya Gemilang juga menceritakan, jika tekstur kuning telur asinnya juga terasa lembut dan asinnya pas. Hampir sama dengan Farel Khalif Atharizzi yang menggambarkan telur asinnya dengan kalimat aromanyapun tidak amis atau bau.
Setelah dinikmati bersama teman-teman sekelas di pinggir kebun sekolah, mereka kemudian mengemasnya ke dalam wadah plastik untuk diberikan ke seluruh guru dan karyawan di SD bernuansa alam ini. Kegiatan program kokurikuler sekaligus proyek STEM kelas VI ini dipandu oleh Mahfudz Efendi, SPd,Gr, MM; Nur Aini, SPd, MPd; Shinta Lailatul Rizka, SPd; dan Samsudin, SPd.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, SPd, MPd, menyambut baik tuntasnya proyek STEM (Science (Sains/Ilmu Pengetahuan Alam), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik/Rekayasa), dan Mathematics (Matematika) kelas VI ini.
“Pembelajaran STEM sebagai model pembelajaran yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu, yakni Sains, Teknologi, Teknik (engineering), Matematika, juga muatan pelajaran agama untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kehidupan nyata,” ujarnya.
Proyek pembuatan telur asin, menurut dia, merupakan media yang luar biasa untuk menerapkan pembelajaran STEM secara praktis. Siswa diajak untuk memahami proses fisikokimia, menggunakan alat, merancang metode, dan menghitung akurasi data. (*)
Kontributor: Mahfudz Efendi
