Silaturrahim di Era Digital, Pesan Penting Kajian Ramadan PDA Gresik

Reporter: Ulyatun Nikmah

GIRIMU.COM — Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik menggelar Kajian Ramadan secara daring pada Ahad (15/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ketua PDA Gresik beserta jajaran pengurus dan lebih dari 50 ibu-ibu Aisyiyah se-Kabupaten Gresik.

Kajian mengambil tema “Mempertahankan Silaturrahim di Era Digital” dan menghadirkan Dr M. Arfan Mu’ammar, MPdI, Wakil Ketua PDM Gresik, sebagai pemateri. Dalam kajian ini, Dr Arfan menekankan pentingnya ukhuwah antarsesama Muslim.

“Sebagaimana disebut dalam Surat Al-Hujurat ayat 10, orang-orang mukmin adalah bersaudara. Persaudaraan ini ibarat sebuah bangunan, di mana setiap bagian saling menguatkan satu sama lain. Silaturahmi adalah fondasi yang menjaga kekuatan bangunan itu tetap kokoh,” jelas Dr Arfan.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti tantangan dunia digital yang oleh Thomas I. Friedman disebut sebagai hot, flat, and crowded. Era digital, lanjutnya, telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi. Banyak interaksi menjadi lebih dangkal, perhatian terpecah oleh gadget, konflik bermunculan di media sosial, penyebaran hoaks, hingga kesalahpahaman yang menjauhkan orang yang dekat.

“Di era digital, kita harus lebih sadar dalam menjaga silaturahmi. Setiap sapaan, chat, atau video call harus dilakukan dengan adab yang baik. Hindari menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, atau bahasa kasar. Gunakan media digital untuk menebar kebaikan dan mempererat hubungan,” tegasnya memberikan rambu-rambu dalam berkomunikasi digital.

Selain itu, pemateri menekankan strategi praktis mempertahankan silaturahmi, yakni:
1. Manfaatkan teknologi untuk memperkuat hubungan, bukan menggantikannya.
2. Jadwalkan komunikasi rutin dengan keluarga dan sahabat.
3. Tetap menyempatkan pertemuan offline bila memungkinkan, agar ukhuwah lebih hangat dan hidup.
4. Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, inspirasi, dan ilmu bermanfaat.

Kajian ini berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman.

Moderator, Ulyatun Nikmah, MPd, menutup kajian dengan mengingatkan pentingnya menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, sebagai momen tepat mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.

Sementara Nur Mazidah, salah satu peserta, menambahkan dalam diskusi.

“Penting sekali untuk selalu menjaga komunikasi positif agar tidak terjadi kesalahpahaman lewat pesan online yang kita kirim. Kadang niat baik bisa berbeda arti jika cara penyampaiannya salah, jadi kita harus hati-hati dan bijak,” katanya.

Dengan panduan yang diberikan Dr Arfan, diharapkan silaturahmi antarumat Muslim, khususnya ibu-ibu Aisyiyah, tetap kokoh dan bermakna di tengah kemajuan teknologi, membawa keberkahan, serta mempererat ukhuwah di masyarakat. Materi kajian ini terasa sangat relevan di tengah menyambut Idulfitri 1447 H, waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan menebar kebaikan di antarasesama. (*)

 

Editor