Girimu.com _ SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) dipercaya menjadi sekolah model dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KA). Penunjukan ini memperkuat posisi Spemdalas sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan di era digital.
Sekolah yang berada di kawasan Gresik Kota Baru tersebut selama beberapa tahun terakhir memang dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis literasi digital, pemecahan masalah, serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan kelas maupun proyek pembelajaran.
Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Yugo Triawanto, M.Si., mengatakan bahwa kepercayaan sebagai sekolah model menjadi motivasi bagi Spemdalas untuk terus mengembangkan inovasi pendidikan.
“Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial bukan sekadar mengenalkan teknologi kepada siswa. Kami ingin membangun pola pikir siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan solusi dari berbagai persoalan di sekitarnya,” ujarnya.
Menurutnya, Spemdalas telah menyiapkan ekosistem pembelajaran yang mendukung implementasi program tersebut, mulai dari kurikulum, kesiapan sumber daya guru, hingga fasilitas pendukung.
Salah satu fasilitas unggulan yang dimiliki sekolah adalah Coding and AI Center (CAC). Fasilitas ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas digital sekaligus mempraktikkan pembelajaran berbasis teknologi.
“Melalui fasilitas dan program yang ada, siswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan karya berbasis digital seperti aplikasi, game edukasi, maupun proyek berbasis kecerdasan artifisial,” tambah Yugo.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Jamilah, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam menjadi pendekatan penting dalam proses belajar di Spemdalas.
“Pembelajaran Mendalam menekankan pada pemahaman konsep yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi diajak mengeksplorasi, menganalisis, dan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan, integrasi koding dan kecerdasan artifisial juga membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.
“Kami ingin siswa Spemdalas tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui berbagai program dan inovasi yang terus dikembangkan, Spemdalas diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain dalam implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial. Langkah ini sekaligus menjadi strategi menyiapkan generasi pelajar yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
