GIRIMU.COM — Pembelajaran mata pelajaran Biologi di SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), Gresik, pada Senin (2/2/2026), terasa berbeda. Tidak hanya berlangsung di dalam kelas, pembelajaran hari itu menjelma menjadi gerakan kecil penuh makna, karena siswa kelas VIII Erbium turun langsung mengampanyekan hidup sehat bebas (tanpa) rokok kepada seluruh warga sekolah.
Berbekal poster bertema bahaya rokok yang telah mereka rancang secara berkelompok, para siswa menyusuri berbagai sudut sekolah. Mulai dari kantin, ruang kesiswaan, selasar kelas, masjid, hingga area terbuka lainnya. Mereka menyapa audiens baik siswa, guru, hingga karyawan Spemdalas dengan penuh percaya diri .
Kegiatan ini merupakan tantangan lanjutan yang diberikan oleh guru Biologi, Ustadz Mochammad Nor Qomari, SSi. Setelah memelajari dampak rokok melalui percobaan dan diskusi di kelas, siswa didorong untuk melangkah lebih jauh: mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam kehidupan nyata melalui kampanye edukatif.
“Tantangan ini bertujuan agar siswa tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi berani menyuarakan pesan hidup sehat kepada lingkungan sekitar,” jelasnya.
Setiap kelompok bebas menentukan lokasi dan sasaran kampanye. Ada yang berdialog santai di kantin, ada pula yang mempresentasikan poster mereka di lorong sekolah atau mengajak berbincang warga sekolah di area masjid. Poster warna-warni dengan pesan tegas tentang bahaya rokok menjadi pemantik diskusi yang hangat dan interaktif.
Narendra Rama Aryoduta, salah satu siswa peserta kampanye, membagikan pengalamannya dengan antusias.
“Secara umum tidak sulit meminta izin untuk kampanye. Tantangan justru muncul saat mewawancarai Pak Agus, satpam Spemdalas. Beliau sering menyela presentasi kami dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Narendra dan kelompoknya, momen tersebut justru menjadi pengalaman berharga untuk belajar berpikir cepat dan menjawab dengan penuh percaya diri.
Apresiasi atas metode pembelajaran ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ustadzah Jamilah, MPd. Ia menilai pembelajaran Biologi yang dikemas melalui kampanye kesehatan merupakan bentuk pembelajaran yang aktual dan mendalam.
“Sebelum melakukan kampanye, murid sudah mempelajari bahaya rokok. Mereka kemudian mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata, dengan menyampaikannya kepada audiens,” jelasnya.
Lebih dari sekadar tugas sekolah, kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya semakin memahami bahaya rokok, tetapi juga melatih keberanian berbicara di depan umum serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan bersama.
“Pembelajaran seperti ini menambah kepercayaan diri murid dan membekali mereka menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” tambah Ustadzah Jamilah.
Dari poster sederhana hingga dialog kritis di sudut sekolah, kampanye sehat bebas rokok ini menjadi bukti, bahwa pembelajaran bermakna mampu menumbuhkan kesadaran, keberanian, dan kepedulian. Di Spemdalas, Biologi bukan sekadar mata pelajaran, ia hadir sebagai gerakan kecil untuk masa depan yang lebih sehat. (*)
Kontributor: Mochammad Nor Qomari






