Smala Dukun Sambut 28 Wajah Baru: Antara Janji Kepala Sekolah dan Asa Meretas Prestasi

Reporter: Nur Halisa

Berita Sekolah199 Dilihat
banner 468x60

Mentari pagi di SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun pada Senin, 13 Juli 2026, bukan sekadar menghangatkan, melainkan turut menjadi saksi bisu dimulainya lembaran baru bagi 28 siswa anyar. Mereka mengawali hari perdana dengan apel pembukaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi), sebuah gerbang menuju masa depan yang cerah, sekaligus momen penegasan bahwa sekolah non-asrama punya denyut nadi berbeda, jauh dari ‘hari paling tidak ditunggu’ seperti di asrama.

Apel pembuka Fortasi itu dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Naila Nahda Nasyiatalail, siswa kelas XII-2 Smala. Dilanjutkan dengan sambutan hangat dari ketua pelaksana Fortasi, Saskia Agustin Ramadhani, siswa kelas XI-2. “Selamat datang untuk adik-adik sekalian di Smala, semoga kegiatan Fortasi kali ini membawa manfaat bagi kita semua. Kita akan belajar dan bersenang-senang bersama,” ucap Saskia.

Senada dengan Saskia, Hanita Eka Azkiyah, ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PRIPM) Smala, juga menyambut dengan penuh harap. “Adik-adik sekalian, semoga dengan adanya Fortasi ini kita bisa lebih dekat dan dapat menjalin silaturahmi yang baik. Saya berharap kita bisa bersenang-senang bersama sampai tanggal 18 nanti,” tuturnya, tak lupa mengapresiasi kerja keras panitia yang rela mengorbankan waktu libur demi suksesnya acara ini.

Dengan tambahan 28 siswa baru di tahun ajaran ini, Smala Dukun berharap dapat menorehkan lebih banyak prestasi dan melihat peningkatan signifikan dalam karakter serta sikap pelajar. Harapan ini diamini oleh Agus Muhammad Hasbi, kepala Smala, yang secara khusus menyambut para siswa kelas X. Ia melihat nuansa berbeda yang kentara antara sekolah berasrama dengan non-asrama.

“Jika sekolah non-asrama seperti kita, tidak ada sesuatu yang unik ataupun aneh. Sedangkan bagi sekolah berasrama, hari seperti ini menjadi hari yang paling tidak ditunggu-tunggu,” tutur Agus Hasbi, mengamati keceriaan di wajah para siswa. Ia berharap kecerahan itu mampu menghapus segala bentuk kemalasan dan perilaku tidak baik yang mungkin ada.

Agus Hasbi melanjutkan, ia hanya berharap akan ada semangat baru untuk terus membenahi diri dan membentuk karakter unggul. Ia berpesan agar para siswa terus belajar tanpa mengenal kata menyerah, menjaga perubahan baik yang sudah ada, menambah kebaikan, dan menghilangkan hal-hal yang kurang baik. Di ujung sambutannya, ia menitipkan sebuah kalimat penyemangat: “Jadikan sekolahmu menjadi tempat belajar, jadikanlah prestasimu sebagai masa depan.”

 

Editor