Tahun Baru Hijriyah, Siswa SD Al Islam Cerme Bikin Rencana Keren

Reporter: Mardiyana Zulifah

Berita Sekolah533 Dilihat
banner 468x60

Suasana khidmat menyelimuti Aula SD Al Islam Cerme saat sekolah menggelar peringatan Tahun Baru Hijriyah 1448 H, Kamis (18/6/2026). Seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5 mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Kepala SD Al Islam Cerme, Cicik Indrawati, mengajak seluruh siswa menjadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Ia menyampaikan rasa syukur karena keluarga besar sekolah masih mendapat kesempatan memperingati tahun baru Islam.

“Alhamdulillah, hari ini kita masih bisa memperingati Tahun Baru Hijriyah 1448 H. Kalender Hijriyah dimulai ketika Rasulullah ﷺ melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah,” ujar Cicik.

Cicik menjelaskan, perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ penuh tantangan dan ujian. Karena itu, ia mendorong siswa memiliki komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun sebelumnya.

“Harus ada perubahan dari tahun kemarin. Contohnya, kalau tahun kemarin salatnya masih bolong, maka tahun ini dan ke depan harus lebih baik lagi dalam menjaga salat,” pesannya kepada para siswa.

Selain meningkatkan ibadah, Cicik juga mengajak siswa lebih semangat belajar agar mampu meraih banyak prestasi. Ia menekankan pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak harus memiliki akhlak yang baik. Jangan suka mengolok-olok atau menghina teman. Jadikan momentum Tahun Baru Hijriyah ini sebagai langkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan ceramah agama oleh guru ISMUBA SD Al Islam Cerme, Wafiqul Mizan. Ia mengajak siswa merenungkan keteladanan Rasulullah ﷺ melalui kegiatan sederhana yang membuat suasana semakin khidmat.

Para siswa mengangkat tangan, meletakkannya di dada sebelah kiri, lalu memejamkan mata. Mereka diajak membayangkan kedekatan spiritual dengan Rasulullah ﷺ.

Dalam ceramahnya, Wafiqul menyampaikan kandungan Surat At-Taubah ayat 36 tentang jumlah bulan dalam kalender Hijriyah. Ia menjelaskan bahwa satu tahun Hijriyah terdiri atas 12 bulan. Empat di antaranya termasuk bulan yang Allah muliakan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Untuk membantu siswa menghafal urutan bulan Hijriyah, Wafiqul mengenalkan kalimat pengingat “Mu So Ra Ra Jum Jum”. Kalimat itu membantu siswa mengingat nama-nama bulan Hijriyah secara berurutan, mulai Muharram hingga Dzulhijjah.

Wafiqul juga mengingatkan keutamaan puasa sunnah pada 10 Muharram atau puasa Asyura. Ia menjelaskan bahwa puasa tersebut memiliki keutamaan besar, salah satunya menjadi sebab ampunan dosa selama setahun yang lalu.

Ia kemudian menyampaikan tiga amalan hebat bagi anak saleh dan salehah. Ketiganya yakni melaksanakan puasa sunnah, berbagi kebahagiaan kepada orang yang membutuhkan, dan memperbanyak doa yang baik.

“Doa yang baik akan kembali menjadi kebaikan bagi diri kita. Karena itu, biasakan berdoa dengan doa-doa yang baik,” pesan Wafiqul.

Wafiqul juga mengajak siswa membuat “rencana keren” pada Tahun Baru Hijriyah. Rencana itu meliputi ibadah yang makin baik, menyayangi orang tua, semangat belajar, dan memiliki tabungan sedekah.

Pada akhir ceramah, Wafiqul mengisahkan peristiwa penting pada 10 Muharram. Ia menceritakan pertolongan Allah SWT kepada Nabi Musa AS saat menghadapi kejaran Raja Fir’aun. Allah SWT membelah laut sehingga Nabi Musa AS dan para pengikutnya selamat.

Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1448 H di SD Al Islam Cerme ditutup dengan doa penutup majelis. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa mampu meningkatkan iman, memperbaiki akhlak, dan meraih prestasi yang lebih baik.

Editor