Girimu.com – Suasana riang memenuhi ruang kelas saat para calon siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, atau Spemdalas, menjajal langsung metode belajar bahasa Inggris yang interaktif. Lewat kegiatan bertajuk “Trial Class with PBS Language Center” pada Sabtu, 9 Mei 2026, sekolah ini berupaya memupuk percaya diri siswanya untuk bercakap dalam bahasa asing sejak belia.
Pusat Bahasa Spemdalas (PBS) merancang kelas percobaan ini sebagai etalase lingkungan belajar yang aktif dan komunikatif. Para peserta diajak menyelami berbagai aktivitas, mulai dari membangun kosakata (Vocabulary Building), melatih pengucapan intensif (language drilling), hingga puncak acara: wawancara antarteman (friends interview) yang memantik interaksi langsung.
Koordinator PBS Language Center, Khoiro Numsyah, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberi pengalaman nyata tentang atmosfer belajar di sekolah. “Harapannya siswa bisa beradaptasi lebih awal dengan situasi di Spemdalas dan mulai menumbuhkan rasa percaya diri untuk menggunakan bahasa Inggris sejak dini,” ujarnya.
Menurut Khoiro, sebagai pusat keunggulan (center of excellence), PBS bertanggung jawab menunjukkan standar kualitas pembelajaran bahasa. Metode yang diusung adalah Communicative Language Teaching yang dikawinkan dengan permainan edukatif. Pendekatan ini memastikan siswa tidak sekadar menghafal, tetapi mampu menerapkan bahasa dalam konteks sehari-hari.
“Fokusnya bukan pada hafalan teori, melainkan penggunaan bahasa yang aplikatif sesuai konteks nyata dan dikemas dengan aktivitas yang menghibur,” tambah Khoiro.
Antusiasme para calon siswa pun membuncah, terutama saat sesi wawancara. Mereka tampak aktif berinteraksi dan berbicara langsung dengan teman-teman barunya menggunakan bahasa Inggris. Meski tantangan seperti perbedaan kemampuan awal siswa tak terhindarkan, tim pengajar berhasil merangkul semua peserta melalui instruksi yang jelas dan media visual yang menarik.
Di akhir acara, Khoiro berpesan agar para calon siswa terus bersemangat dan berpikiran terbuka dalam menghadapi dunia global. “Kami juga berpesan agar orang tua terus memberikan dukungan moral dan apresiasi atas progres yang dicapai anak,” pungkasnya.








