TKA ISMUBA SD Al Islam Cerme: Ketika Soal PAI Jadi Ujian Sejati Literasi

Reporter: Mardiyana Zulifah

Kabar1602 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com – Puluhan siswa Sekolah Dasar Al IslamĀ  Cerme Gresik baru saja menuntaskan ujian berat. Selama tiga hari, 11-13 Mei 2026, mereka berjibaku dengan Tes Kendali Mutu (TKA) ISMUBA, sebuah tolok ukur krusial yang digagas Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik. Bukan sekadar menguji ingatan, TKA tahun ini menuntut kemampuan literasi dan ketelitian tingkat tinggi, memaksa 54 murid ini memutar otak lebih keras dari biasanya.

Di antara gempuran soal, mata pelajaran Bahasa Arab justru menyajikan kejutan. Aulia Faradillah Firdausi, salah satu siswi, mengakui soalnya unik dan kadang mengecoh, namun menyimpan kunci jawaban di balik kalimatnya sendiri. “Sebenarnya semua ada di kisi-kisi, tapi kalau tidak teliti bisa terkecoh karena bahasanya cukup unik. Uniknya lagi, di Bahasa Arab banyak jawaban yang sebenarnya sudah ‘terselip’ di dalam kalimat soalnya. Jadi kalau teliti membaca, kita bisa menemukan jawabannya di sana,” jelas Aulia, memberi sedikit pencerahan.

Namun, tak semua mata pelajaran sekompromistis Bahasa Arab. Pendidikan Agama Islam (PAI) justru menjelma ‘monster’ literasi. Zahra Amaliyatun Najwa dan Aqila Meyda Azzahra sepakat PAI adalah tantangan terberat. Soal-soalnya sarat narasi panjang, menjebak, dan menuntut kecermatan detail. Dibandingkan Kemuhammadiyahan (KMD) yang materinya langsung ke poin utama, PAI menuntut pemahaman mendalam pada narasi panjang. Sementara Bahasa Arab, meski menantang, memberikan peluang jawaban tersirat bagi mereka yang jeli. “PAI paling sulit karena kita harus membaca narasi soal dengan sangat detail. Salah sedikit memahami maksud kalimat, jawabannya bisa salah total,” aku Zahra dan Aqila senada, menggambarkan betapa rumitnya menggali makna di balik setiap kalimat.

Kelancaran ujian ini tentu tak lepas dari persiapan matang. Siti Fatimah, Wakil Kepala Sekolah SD Al Islam yang juga mengajar ISMUBA, memastikan siswa telah dibekali kisi-kisi jauh hari. “Kami memberikan persiapan matang berupa kisi-kisi sebelum ujian dimulai. Harapannya, anak-anak terbantu dan lebih percaya diri saat berhadapan dengan soal-soal yang ada,” ujarnya, menyoroti pentingnya peta jalan sebelum berperang soal.

Secara umum, TKA ISMUBA 2026 berjalan tertib. Pergeseran tren soal ke arah literasi diharapkan mampu mencetak siswa Muhammadiyah yang tak cuma hafal materi, tapi juga mengakar dalam pemahaman (tashdiq) nilai-nilai keislaman. Kini, 54 siswa itu hanya bisa menanti hasil. Apapun skornya, perjuangan tiga hari tersebut adalah bukti nyata semangat belajar dalam bingkai pendidikan Muhammadiyah.

Editor