MCTC 2026 Lahirkan Talenta Muda Coding Muhammadiyah Gresik, Berikut Juara Jenjang SD/MI

Reporter: Mardliyatul Faizun

Girimu.Com – Semangat belajar dan berinovasi mewarnai pelaksanaan Muhammadiyah Coding Training and Competition (MCTC) 2026 jenjang SD/MI yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Sabtu (25/7/2026). Forum ini merupakan hasil kerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Gresik dan My STEM Institute Malaysia,

Berbeda dengan kompetisi coding pada umumnya, MCTC 2026 tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran kolaboratif bagi guru dan siswa dalam mengembangkan kompetensi coding, computational thinking, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah. Sebelum memasuki sesi kompetisi, seluruh peserta bersama guru pembina mengikuti pelatihan intensif yang dipandu langsung oleh trainer dari My STEM Institute Malaysia, sehingga kegiatan ini menjadi proses belajar yang utuh, bukan sekadar perlombaan.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan para pemenang Kompetisi Coding jenjang SD/MI sebagai berikut:

Juara I: Kenzu Keven Hafidz Dhawami – SD Muhammadiyah Manyar
Juara II: Shofia Az Zahra – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany)
Juara III: Bimo Arsenio Raditya – SD Muhammadiyah 1 GKB
Juara Harapan I: Arrasy Zaidan Hernawan – SD Muhammadiyah 1 GKB
Juara Harapan II: Thoriq Gilang Qoyyum – SD Muhammadiyah Manyar
Juara Harapan III: Luqman Hakim Alifiandra – SD Muhammadiyah Manyar

Prestasi tersebut menunjukkan potensi besar siswa-siswa Muhammadiyah Kabupaten Gresik dalam bidang coding dan teknologi digital. Dominasi SD Muhammadiyah Manyar dengan tiga gelar, disusul SD Muhammadiyah 1 GKB dan SD Almadany, menjadi bukti, bahwa budaya pembelajaran coding mulai tumbuh di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz, menyampaikan, MCTC dirancang bukan semata-mata untuk menghasilkan para juara, tetapi sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem pembelajaran coding dan STEM di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Menurut Aziz, keberhasilan penyelenggaraan MCTC tidak diukur dari banyaknya piala yang dibagikan, melainkan dari tumbuhnya semangat belajar guru dan siswa secara bersama-sama. Ia menilai, model pembelajaran kolaboratif yang diterapkan dalam MCTC akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan karena guru dapat mengembangkan kembali materi yang diperoleh di sekolah masing-masing.

Aziz juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Baginya, setiap anak telah menunjukkan keberanian untuk belajar hal-hal baru, mencoba menyelesaikan tantangan, dan mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, terlepas dari hasil akhir kompetisi.

Kepada peserta yang belum berhasil meraih juara, Aziz berpesan agar tidak menjadikan hasil kompetisi sebagai akhir dari perjalanan belajar. Menurutnya, dalam dunia teknologi dan coding, keberhasilan selalu diawali oleh proses belajar, latihan, dan keberanian untuk mencoba.

Ia meyakini, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila terus berlatih, memperbanyak pengalaman, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Karena itu, ia berharap para siswa tetap menjaga semangat belajar dan menjadikan pengalaman mengikuti MCTC sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.

Aziz juga mengajak seluruh guru pembina untuk terus mendampingi dan mengembangkan potensi peserta di sekolah masing-masing. Ditegaskan, MCTC seharusnya menjadi titik awal lahirnya komunitas coding dan STEM di sekolah-sekolah Muhammadiyah, sehingga budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap MCTC ini menjadi agenda tahunan yang terus melahirkan talenta-talenta muda Muhammadiyah di bidang coding dan STEM. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang tumbuh bagi guru dan siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan artifisial. (*)

 

Editor