Dongkrak Branding Sekolah, Guru dan Pegawai TK Aisyiyah 36 PPI Ikuti Pelatihan Menulis Berita

Reporter: Nurhana

Berita Sekolah112 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com — Guru dan Pegawai TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) dan Kelompok Bermain Tunas Aisyiyah, mengikuti Pelatihan Menulis Berita Sekolah, Kamis (21/5/2026). Dengan mengusung tema “Menulis Hebat, Branding Sekolah Menguat”, Musyrifah, SAg, pemateri pelatihan, menyampaikan, bahwa menulis itu mudah.

Ia membuka materi dengan menyampaikan beragam pengalamannya ketika awal menulis sebagai kontributor di salah satu portal berita milik Muhammadiyah. Mulai menulis dengan satu jari lewat media Whatsapp ketika melaporkan berita, hingga menggunakan media rekam suara. Pemateri menyampaikan, bahwa semua ini dimulai dengan niat dan tekad untuk menyampaikan tulisan kepada orang-orang tersayang. Orang tersayang yang ia maksud adalah rekan-rekan guru sejawatnya, wali murid atau orang tua, dan murid-murid tercinta.

“Menulis panjang seperti menulis berita atau menulis buku, ataupun menulis pendek, seperti status di WhatsApp, caption di Instagram ataupun di Facebook, semuanya merupakan salah satu media untuk mengasah kemampuan menulis,” ujarnya memberikan semangat.

Mengasah diri dengan meningkatkan kualitas membaca, termasuk salah satu cara untuk memperbaiki kualitas tulisan. Rajin membaca, lanjutnya, dapat membantu memperbanyak kosa kata dalam menulis.

Ia berharap, bahwa guru dan pegawai TK Aisyiyah 36 PPI dan Kelompok Bermain Tunas Aisyiyah dapat terus berkontribusi dalam menulis berita sekolah, karena TK Aisyiyah 36 PPI sudah menjadi salah satu sekolah yang diakui dan berprestasi, label unggulan, sehingga seharusnya memiliki standar yang tinggi untuk lebih baik dalam menulis berita. Dalam hal ini, Kelompok Bermain Tunas Aisyiyah juga wajib mengikuti.

“Coba lihat SD Muhammadiyah Manyar, dengan beragam prestasi sekolah dan kouta SPMB yang selalu penuh dalam tahun-tahun ajaran yang akan datang, SDMM tetap menyajikan berita dengan konsisten. Ini sekolah yang sudah terkenal di publik, tapi tetap menyampaikan berita sekolah,” katanya memotivasi.

Menurut dia, menulis itu membangun kepercayaan masyarakat. Menulis itu mengenalkan mekolah. Menulis itu media dokumentasi prestasi.

“Menulis juga sebagai media identitas sekolah,” pungkasnya. (*)

 

Editor