Ribuan Tawa di Wagos: Kak Bimo, Sang Penakluk Rekor, Guncang Panggung Festival ABA

Reporter: Hikmah wati

banner 468x60

Girimu.com – Ujungpangkah mendadak ramai. Nyaris dua ribu pasang mata, dari anak-anak hingga wali murid, terpaku pada satu sosok di panggung Wisata Alam Gosari (Wagos) pada Senin, 18 Mei 2026. Bukan pesulap atau biduan papan atas yang jadi magnetnya, melainkan seorang pendongeng: Bambang Bimo Suryono, yang karib disapa Kak Bimo. Master dongeng yang menyandang dua rekor MURI ini sukses menyihir audiens dalam gelaran Festival Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA) IGABA Wilker Utara, mengubah acara itu jadi pesta tawa dan pesan bermakna.

Kak Bimo tidak sendiri. Ia didampingi anggota Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Gresik. Dengan keahliannya menirukan beragam suara—mulai dari desah binatang, celoteh tokoh kartun, melodi musik, hingga karakter manusia—Kak Bimo berhasil menguasai perhatian anak-anak sejak menit pertama. Suasana kian hidup saat ia mengajak peserta berinteraksi, diselingi hadiah-hadiah kecil yang memantik sorakan kegembiraan. Gelak tawa pun pecah, tak hanya dari barisan anak-anak, melainkan juga guru dan wali murid yang larut dalam cerita.

Dongeng yang ia suguhkan bukan sekadar hiburan. Terselip di dalamnya pesan-pesan pendidikan dan moral akhlak yang kuat, menjadikan FABA IGABA Wilker Utara kali ini terasa lebih mendalam dan membekas di hati para peserta.

Kak Bimo, usai penampilannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru IGABA. “Saya merasakan ruh perjuangan para guru yang ingin memberikan pengalaman pembelajaran terbaik bagi anak-anak. Dari awal sampai akhir, acara ini terlihat dirancang dengan apik dan sangat berkesan,” ujarnya. Ia menambahkan, “IGABA harus terus menjadi inspirasi bagi guru-guru TK untuk semakin kreatif dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik.”

Pengalaman belajar yang menyenangkan, menurutnya, akan membantu anak-anak tumbuh lebih matang dan siap menyongsong jenjang pendidikan selanjutnya.

Kesan positif itu juga diamini oleh salah satu wali murid TK Aisyiyah 19, Bunda Gavin. “Asyik sekali mendongengnya. Ternyata pesan-pesan yang disampaikan benar-benar bisa dirasakan oleh anak-anak,” tuturnya.

Editor