Suara klik kamera terdengar berulang di Studio Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Muhammadiyah (SMKM) 2 Gresik pada Rabu, 28 Januari 2026. Namun, hari itu bukan sekadar praktik biasa.
Di depan kelas berdiri Desi Maulana, seorang fotografer profesional yang hadir sebagai guru tamu. Desi, yang juga merupakan wali dari siswi kelas XI DKV, Puji Ramadhani, diundang khusus untuk berbagi pengalaman nyata dari dunia kerja kepada siswa kelas XII DKV.
Kegiatan guru tamu ini menjadi jembatan penting antara pembelajaran di sekolah dengan realitas industri kreatif di luar kelas. Dengan gaya santai namun penuh semangat, Desi tidak hanya menjelaskan teknik fotografi. Ia juga berbagi cerita lapangan, tantangan profesi, hingga cara membangun mental kerja.
Siswa terlihat antusias; mata mereka mengikuti setiap gerakan kamera, tangan mereka sigap mencoba, dan studio terasa hidup oleh diskusi interaktif.
Menurut Mahmudatin Afandi, Kepala Program DKV SMK Muhammadiyah 2 Gresik, kegiatan seperti ini penting untuk membuka wawasan siswa tentang luasnya peluang di dunia kerja.
“Anak-anak perlu melihat langsung bahwa dunia kerja itu banyak pilihannya. Jurusan DKV bisa membuka usaha sendiri, bisa bekerja di berbagai bidang kreatif. Program ini memberi contoh konkret,” jelas Mahmudatin Afandi.
Desi Maulana mengaku terkesan dengan respons siswa selama pembelajaran berlangsung.
“Alhamdulillah sejauh ini anak-anak sangat kooperatif. Saat materi disampaikan mereka menyimak dengan baik. Ketika praktik langsung mereka tanggap, ada kemauan untuk maju, dan tidak takut bertanya. Sesekali bercanda dalam tugas, tetapi tetap aman dan terkendali,” ujarnya sambil tersenyum.
Di akhir sesi, Desi menyampaikan pesan penting untuk siswa kelas XII DKV agar lebih sering mendapatkan pengalaman praktik lapangan supaya semakin siap menghadapi dunia kerja.
“Ke depan lebih sering diajak praktik di lapangan. Agar makin siap masuk dunia kerja,” pesannya.
Hari itu, studio bukan sekadar ruang praktik, melainkan tempat bertemunya mimpi siswa dan pengalaman profesional. Dari balik lensa kamera, para siswa DKV belajar bahwa masa depan sedang disiapkan sejak hari ini—satu jepretan demi satu jepretan.







