GIRIMU.COM — SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik menyelenggarakan Islamic ICP Bootcamp bagi siswa kelas VII International Class Program (ICP) pada Jumat–Sabtu (30–31/1/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan berbahasa asing siswa secara menyenangkan, sekaligus memperkuat pembiasaan ibadah dalam suasana Islami.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Jamilah, SSi, MPd, menjelaskan, kegiatan ini dilandasi oleh kebutuhan peningkatan kemampuan bahasa siswa ICP melalui metode yang aktif dan menyenangkan, serta terintegrasi dengan kegiatan ke-Islaman.
“Dasar kegiatan ini adalah perlunya peningkatan skill berbahasa siswa ICP yang dikemas secara fun learning, disertai kegiatan ke-Islaman untuk menunjang pembiasaan ibadah siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah hal baru dalam pelaksanaan Islamic ICP Bootcamp tahun ini. Di antaranya adalah, kegiatan handycraft bersama penutur asing Miss Lily dari Tiongkok, serta rangkaian permainan bahasa Inggris yang dikemas dalam English Night Adventure.
“Kami berharap siswa semakin percaya diri dalam berbahasa asing (Mandarin dan Inggris) dan lebih baik dalam pembiasaan ibadah harian sebagai Muslim, khususnya qiyamul lail,” imbuhnya.
Sementara itu, Wiwik Indrawati, SPd, Koordinator ICP Spemdalas, menyampaikan, bahwa Islamic ICP Bootcamp merupakan kegiatan tahunan bagi siswa ICP. Kegiatan ini menyasar siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan materi yang disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan peserta didik.
“Dengan tema Nurturing Faith, Empowering Global Minds, kami menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui petualangan bermakna yang meningkatkan wawasan global siswa,” jelasnya.
Salah satu agenda unggulan adalah English Night Adventure, yang dilaksanakan dalam bentuk petualangan malam interaktif. Dalam kegiatan ini, siswa harus menyelesaikan empat misi, yakni crossword puzzle, speaking corner, writing mission, dan listening session. Kegiatan tersebut untuk mendorong siswa lebih aktif dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris.
Selain itu, kegiatan bersama foreigner Ms. Chenyang Lou dari Zhejiang University, Hangzhou, China, difokuskan pada program cultural exchange. Siswa diperkenalkan pada budaya Tiongkok melalui pembuatan Zhōngguó jié (Chinese knot) sebagai bentuk pengenalan seni dan tradisi budaya.
Pendamping siswa, Octaria Wahyu Ningtias, SPd, yang juga Wali Kelas VII F, menilai, kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi siswa ICP kelas VII.
“Ini pertama kalinya siswa ICP grade 7 berkolaborasi untuk menyiapkan performance. Mereka saling mendukung satu sama lain, dan kehadiran foreigner dari China menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin serta wawasan global,” tuturnya.
Namun demikian, ia juga mencatat beberapa tantangan selama pelaksanaan. Dengan rangkaian acara yang menarik dan beragam, katanya, waktu pelaksanaan terasa cukup terbatas. Selain itu, terdapat perbedaan bahasa yang memerlukan penyesuaian dalam penyampaian materi agar pemahaman siswa lebih optimal. Ia berharap, ke depan terdapat lebih banyak aktivitas yang memberikan kesempatan siswa untuk berlatih berbicara secara langsung.
Antusiasme juga datang dari para peserta. Aisyah Aqilah Mindava Aziz (Aica), siswa kelas VII Fair, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut.
“Kegiatannya seru banget di luar ekspektasi,” ujarnya singkat.
Ia menyarankan agar waktu pelaksanaan dapat diperpanjang pada kegiatan mendatang.
Hal senada disampaikan Ahnaf Renato Kurniawan, siswa kelas VII Great.
“Kegiatannya lumayan seru dan bikin antusias, terutama saat English Night Adventure,” katanya. Ia berharap kegiatan selanjutnya dapat berlangsung lebih lama dan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah.
Dengan konsep yang mengintegrasikan penguatan iman, kemampuan bahasa asing, dan wawasan global, Islamic ICP Bootcamp diharapkan terus menjadi program unggulan dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa ICP Spemdalas. (*)
Kontributor: Dina Hanif Mufidah







